≡ Menu
Tenda kenangan..

Tenda kenangan..

Dalam perjalanan ke Tanjung Bira sepanjang 447 km dari Rantepao, lagi-lagi tim terios dihadapkan dengan medan yang sulit. Karena tidak melewati makkasar, terpaksa tim harus melewati daerah Sinjani dengan jalan yang cukup berbatu dan pasir. Terios versi matic yang saya kendarai agak kesulitan saat ban hampir selip di tanjakan berpasir, namun kami masih bisa menghadapi tantangan ini dengan aman dan nyaman. Saya bisa bilang terios ini memang cukup tangguh. *lah, ngiklan* [click to continue…]

{ 0 comments }
Masjid raya parepare

Masjid raya parepare

Kami baru mencapai kota Pare-Pare, kota kelahiran mantan presiden Pak Habibie pada pukul dua dini hari. Tim terios sudah merasa sangat lelah karena jalur trans sulawesi sangat tak bisa diprediksi. Longsor, jembatan rusak, hingga GPS yang kebingungan.

Hari itu adalah hari idul adha, jadi saya memilih tak tidur agar tak kebablasan untuk sholat keesokan harinya.

Pare-Pare adalah kota kecil di Sulawesi Selatan. Sebuah kota pesisir yang sama halnya dengan kota di sulawesi lainnya : punya enam belas matahari. Panas!

Pagi itu saja, saat kami tiba di alun-alun untuk melakukan solat idul adha jam 6 pagi, matahari sepertinya sudah seperti jam 10 siang di Jakarta! Sebagian orang-orang memilih tempat solat dibawah pohon. Namun karena tak banyak pohon disini, para jemaah pun menumpuk di tiap-tiap pohon. [click to continue…]

{ 0 comments }

Sebanyak lima fotografer dari Asia Tenggara : Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vitenam akan berkompetisi memperebutkan hadiah sebuah penugasan pemotretan bintang di New York, dan juga ikut ke Canon photo clinic di Jepang. Gratis. Wohoo!

Nah untuk itu, mereka harus membuktikan kemampuan mereka dalam babak kualifikasi — tiga ronde pertandingan melawan Justin Mott, seorang photographer profeseional asal Amerika yang menetap di Vietnam.

Saksikan mereka setiap selasa malam dalam di history channel atau streaming disini!

 

Ini sedikit bocoran episode photo face off :

Photo Face-Off: Singapore
Sep 23, Selasa, 22.30
Siaran ulang Sep 25, Kamis 23.00

Di episode ini Tan Jia Jun, seorang pelajar akan menantang Justin. Tema episode ini ada fotografi komersial. Tantangannya adalah membuat klien puas dan menjual produknya dalam 30 menit! Seteleh itu, Justin dan jia jun akan dibawa ke Gardens by the Bay — tempat yang cocok untuk memotret apa saja, kecuali tema yang mereka bawa ( yang lebih cocok dilakukan di studio). Tantangan akhirnya adalah memotret produk sambil berjalan di seutas tali yang elastis!

Photo Face-Off: Malaysia
Sep 30, Selasa 22.30
Siaran ulang Oct 2, kamis 23.00

Seorang pekerja kemanusiaan, Christy Yeoh yang akan menantang justin kali ini. Tantangan kali ini adalah memotret bersama binatang. Ronde pertama adalah memotret bersama ayam-ayam di peternakan yang dibiarkan bebas. Ronde kedua berada di Suria KLCC, mereka akan mencari dan memotret sayur-sayuran. Dan terakhir, mereka akan memotret di peternakan madu. Bersama lebah-lebah liar. Ya, seseorang tersengat empat kali disini.

Photo Face-Off: Indonesia
Oct 7, Selasa 22.30
Siaran ulang Oct 2, kamis 23.00

Wih! Akhirnya di negara kita! Willy Lesmana, perwakilan kita dari Indonesia akan menantang Justin di Bali. Ronde pertama terlihat mudah : memotret matahari terbit di sanur. Tapi apakan Willy bisa memotret jauh lebih bagus dari Justin? Ronde kedua akan berlangsung di pantai Kuta, untuk memotret para peselancar. Dan terakhir, mereka akan memotret sapi-sapi yang balapan pada acara Makepung. Seberapa berani mereka dengan sapi-sapi liar ini? Mari kita saksikan!

Photo Face-Off: Thailand
Oct 14, Selasa 22.30
Siaran ulang Oct 16, Kamis 23.00

Richard Silaraks menantang Justin Mott untuk memotret bayi. Dan bayi binatang. Tantangannya adalah memotret wajah ceria bayi di pasar terapung Ayutthaya hingga membawa mereka ke Way Chaiwatthanaram. Terakhir, mereka akan pergi ke penangkaran Gajah Royal Elephant Krall untuk tantangan extreme mereka : mengarahkan pose dan memotret dua gajah mungil — yang mungkin berbahasa thai. Justin mungkin seorang professional, namun ia tak bisa berbahasa Thailand. Siapakah yang akan menang?

Photo Face-Off: Vietnam
Oct 21, Selasa 22.30
Siaran ulang Oct 23, Kamis 23.00

Penantang dari vietnam adalah seorang pemilik toko pakaian, Hoang Thi Lan Phoung. Tantangan akan berada di Taman Tao Dan, dimana kontestan harus mengendarai trishaw (becak) sepanjang taman, dan mengajak orang-orang untuk berpose sesuai tema yang ditentukan. Kemudian mereka akan menuju pasar terapung Cai Rang untuk memotret pedagang disana… sambil mengendari ember!

Photo Face-Off: Taiwan (1hr Season Finale)
Oct 28, Selasa 22.30
Siaran ulang Oct 30, kamis 23.00

Di grand final ini, kelima kontestan akan berkumpung di Kenting, Taiwan, lokasi film Life of pi. Kali ini mereka akan memotret alam bawah laut Kenting yang luar biasa hingga memotret sapi-sapi di peternakan windswept, Kenting stony brook. Terakhir, kontestant akan memotret aerial. Bukan dengan drone ataupun helikopter, namun dengan Paragliding!

Untuk informasi lebih lengkap, silakan kunjungi website photo face off.  Selamat menyaksikan!

Postingan ini disponsori oleh history channel tapi ide dan pemikiran adalah dari saya sendiri.

{ 3 comments }

Dari Manado hingga Wakatobi, perjalanan 3020 km saya bersama tim Daihatsu #Terios7Wonders ini sangat melelahkan sekaligus menyenangkan. Terima kasih untuk segala pihak yang sudah mendukung kami! Berikut sedikit video dua menit dari perjalanan selama dua minggu sebagai oleh-oleh dari saya.

Salam sahabat petualang!

{ 3 comments }

OLYMPUS DIGITAL CAMERALangit sudah gelap ketika mobil-mobil terios kami memasuki daerah toraja. Mobil dibelokan ke sebuah jalan gelap kecil tanpa penerangan, perlahan-lahan menaiki sebuah jalan berbatu. Tak lama, kami memasuki perkampungan dengan rumah-rumah adat berbentuk panggung dengan atap yang berbentuk trapesium, dan dihiasi oleh tanduk-tanduk kerbau yang berbeda jumlahnya tiap rumah.

Membayangkan masuk ke perkampungan megalitik yang tak jauh dari kuburan-kuburan batu, bulu kuduk saya rasa-rasanya sudah berdiri sejak masuk area toraja. Namun, semuanya sirna ketika anak-anak kecil toraja menyambut kami dengan orkestra alat musik bambu. Mereka lucu sekali! Dengan wajah- wajah lugunya, murid-murid sekolah dasar ini dengan apik memainkan alat musik bambu khas toraja ini.

[click to continue…]

{ 2 comments }