Saya membawa si hitam manis BenQ G1 ke sebuah teluk di halmahera barat, teluk jailolo di provinsi Maluku utara. G1 menemani dslr saya memotret festival teluk jailolo, sebuah festival budaya yang bertajuk the golden spices island. Mulai dari pesona teluk…
TARIAN ini dipentaskan oleh beberapa dara jelita pulau Tomia, salah satu pulau besar di Wakatobi, untuk menyambut para lelaki yang baru saja pulang dari perantauan. Disini para lelaki tersebut akan diajak menari, dan mereka berkesempatan untuk menentukan calon istrinya. Dimulai…
Penjual keris yang saya temui di pasar Kanoman Cirebon. Entah kenapa dia malah mengeluarkan celurit dan bergaya seperti itu. Ini entry foto saya untuk grand final Indosat photo hunt 3, namun memang masih kurang beruntung :) Taken with canon 5d…
Foto-foto pada postingan ini menggunakan kamera BenQ G1 yang saya review singkat di postingan sebelumnya. ADA kalanya, saya sama sekali tak ingin membawa kamera besar saat memotret. Selain berat, terkadang kamera besar seperti DSLR bisa membuat orang-orang tidak nyaman. Walau…
Untuk siapakah kamera BenQ G1 ini ditujukan? Dilihat dari bentuk LCD-nya yang swivel, bisa ditebak kamera ini untuk anak muda, terutama kaum hawa yang senang memutar LCD ke depan dan mengarahkan lensa ke senyumnya. Tapi, ternyata nggak hanya itu! Saya…
BenQ Indonesia meminta saya untuk mereview sebuah kamera flagship barunya, BenQ G1. Jujur, baru kali ini saya tahu bahwa perusahaan asal taiwan ini juga memiliki produk kamera. Karena biasanya saya melihat merk BenQ di monitor LCD komputer ataupun proyektor. Selama…
Saya bertemu orang ini di jalan sekitar masjid raya Bandung. Dia menjual gelang-gelang dan ikat kepala khas sunda. Yang menarik, ia memperagakan macam-macam cara mengikat ikat kepala tersebut. Ada yang untuk petani, rakyat biasa, raja, bahkan panglima perang. Katanya, zaman…
“Ibu sudah 40 tahun bekerja disini,” katanya bangga. Ibu ini adalah salah seorang pelayan di toko roti Sumber hidangan, sebuah toko roti kecil di Jalan Braga, Bandung. Tulisan Sumber Hidangan d/h Het Snoephuis sejak 1929 yang terpampang di depannya menunjukan jejaknya sudah ada…
Tulisan ini diikutkan dalam telah memenangkan “Jailolo, I’m Coming!” Blog Contest yang diselenggarakan oleh Festival Teluk Jailolo dan Wego Indonesia Wallace, masihkah kau ingat tentang persinggahan pertamamu di Jailolo 1858 silam? Pada buku The Malay Archipelago yang kau tulis, kau menggambarkannya sebagai semenanjung firdaus dengan bermacam bird of…
CUACA subuh yang cerah tetiba berubah menjadi mencekam. Angin berhembus kencang. Ombak menghantam badan kapal dengan kerasnya. ”BYARRRRRRRKKKKK,” hentakan ombak tak mampu dibendung kapal kayu kami dan seketika air masuk ke dalam kapal membasahi kami semua. Perjalanan masih satu jam ke pulau…






Recent Comments