≡ Menu

Dari Manado hingga Wakatobi, perjalanan 3020 km saya bersama tim Daihatsu #Terios7Wonders ini sangat melelahkan sekaligus menyenangkan. Terima kasih untuk segala pihak yang sudah mendukung kami! Berikut sedikit video dua menit dari perjalanan selama dua minggu sebagai oleh-oleh dari saya.

Salam sahabat petualang!

{ 1 comment }

OLYMPUS DIGITAL CAMERALangit sudah gelap ketika mobil-mobil terios kami memasuki daerah toraja. Mobil dibelokan ke sebuah jalan gelap kecil tanpa penerangan, perlahan-lahan menaiki sebuah jalan berbatu. Tak lama, kami memasuki perkampungan dengan rumah-rumah adat berbentuk panggung dengan atap yang berbentuk trapesium, dan dihiasi oleh tanduk-tanduk kerbau yang berbeda jumlahnya tiap rumah.

Membayangkan masuk ke perkampungan megalitik yang tak jauh dari kuburan-kuburan batu, bulu kuduk saya rasa-rasanya sudah berdiri sejak masuk area toraja. Namun, semuanya sirna ketika anak-anak kecil toraja menyambut kami dengan orkestra alat musik bambu. Mereka lucu sekali! Dengan wajah- wajah lugunya, murid-murid sekolah dasar ini dengan apik memainkan alat musik bambu khas toraja ini.

[click to continue…]

{ 0 comments }
Disambut Tarian Paduppa di Majene

Disambut Tarian Paduppa di Majene

Rebana bertabuh memecah kehingan pantai Barenge. Dua gadis berparas manis menunggangi kuda-kuda yang kepalanya ikut bergoyang menangguk mengikuti irama musik yang dimainkan oleh para lelaki. Suasana mendadak menjadi penuh gairah. Saya terpana, wajah mereka sungguh jelita, seperti puteri raja.

Usut punya usut, salah satu dari mereka memang adalah anak Bupati Majene. Meraka memakai La lang bubu, sebuah payung yang hanya dipakai oleh para perempuan bangsawan pada ritual penyambutan Paduppa ke rombongan sahabat petualang terios ini. [click to continue…]

{ 0 comments }
Melewati jembatan ponulele

Melewati jembatan ponulele

Saat tim Terios 7 wonders melewati kota Palu, kami sempat berhenti disini karena icon kota ini cukup membuat kami memincingkan mata. Kota ini dikelilingi oleh pegunungan yang langsung mencuram ke laut, dipercantik oleh Teluk Palu, dan dilengkapi dengan sungai panjang yang membelah kota. Kombinasi yang sangat memanjakan mata. Ditambah lagi dengan sebuah jembatan lengkung pertama berwarna kuning, rasa-rasanya kota ini sangat pandai bersolek.

Jarang saya melihat sebuah ibukota provinsi yang punya panorama secantik ini. Perpaduan pegunungan, lembah, dan laut seperti ini biasa saya temui di kota-kota terpencil. Namun tidak dengan kota Palu yang merupakan ibukota Sulawesi Tengah. [click to continue…]

{ 6 comments }

Lanjutan galeri dari perjalanan sahabat petualang terios menyusuri sulawesi. Enjoy!

Berfoto di depan masjid pare-pare sekaligus acara CSR daihatsu yang mengadakan lomba marawis dan menyumbang hewan kurban

Berfoto di depan masjid pare-pare sekaligus acara CSR daihatsu yang mengadakan lomba marawis dan menyumbang hewan kurban

[click to continue…]

{ 0 comments }