≡ Menu

Sulawesi.

Inilah rute kami berikutnya. Setelah menempuh perjalanan sekitar 3020 km dari Jakarta menuju Pulau Komodo pada tahun lalu, tahun ini kami kembali melakukan perjalanan bersama si terios di pulau para pelaut-pelaut ulung, seniman pembuat kapal  — yang bisa jadi adalah nenek moyang kita — , yaitu suku Bugis dan suku Bajo.

Melihat itenerary, dan mencari jarak antar kota di google map, jarak yang ditempuh terlihat ngeri-ngeri sedap.

Etape pertama kami akan menempuh kota Manado –  Tompaso – Kawangkoan – Bintauna – Isimu – Marissa – Torosiaje dengan jarak tempuh 668 km. Ya, mirip-mirip jarak jakarta ke malang kira-kira.

Etape kedua, Torosiaje –  Toboli – Palu – Pasangkayu - Mamuju dengan jarak 767 km. Hmm, pasti bagian belakang saya sudah mulai panas.

Etape ketiga Mamuju – Pare Pare dengan jarak 327 km. Nampaknya saya sudah siap akan dipotong. Beruntung belum dapat nomor, jadinya ikut makan sate saja.

Etape keempat adalah berkendara dari Pare- Pare menuju Rantepao, Tana Toraja. Melintasi Enrekang – Makale yang berjarak 210 km.

Menginap di rumah suku Toraja mungkin akan menyenangkan, sekaligus cukup mengerikan tidur bersama orang-orang tak hidup yang belum dikubur.

Kemudian etape kelima dari Rantepao – Tanjung Bira akan menempuh jarak 447 km. Juga akan melewati kota-kota seperti Makale – Enrekang – Sidrap – Watampone – Sinjai – Bulukumba – Tj. Bira. Untuk mampir melihat kapal phinisi beserta para seniman pembuat kapal dengan dua tiang tujuh layar ini.

Etape keenam akan dilakukan dari Tanjung Bira – Kolaka 155 km.

Etape ketujuh Kolaka – Kendari 158 km

Etape final. Kendari – Wakatobi. Saya sudah tak sabar untuk kembali ke bukit Tomia. Karena saya punya kenangan manis disana :)

Doakan kami selamat sampai kembali pulang ke rumah ya. Dan juga semoga saya bisa sedikit banyak bercerita tentang kisah-kisah heritage yang ada di Sulawesi ini.

Salam dahsyat!

{ 0 comments }
IMG_6030

My white NX3000!

Saya diberikan kesempatan oleh Samsung untuk mencicipi kamera entry-level mereka yang terbaru : Samsung NX3000.

Kamera ini berdesain retro minimalis, bersensor APS-C (sama dengan DSLR), hanya berbobot seperti dua buah smartphone, dan yang paling penting bisa selfie  bisa dipasangi lensa-lensa samsung yang line-up nya sangat menarik!

Apa perbedaan NX3000 dengan NX300/NX300m

NX3000 adalah versi hemat dari NX300. Salah satu fitur yang ada di NX300 namun tak ada di NX3000 adalah touch screen dan  phase-detection autofocus. Phase detection autofocus adalah sistem autofokus yang digunakan pada DSLR. [click to continue…]

{ 18 comments }
Good morning from tegal alun!

Good morning from tegal alun!

Dari awal Camp David, pos pertama papandayan, kami disambut kepulan asap berbau belerang dan trek berbatu. Sesekali penambang belerang lewat dengan motor bebek yang disulap menjadi motorcross membuat kami iri, berharap diberi tumpangan sampai ke puncak.

Gunung Api di garut ini sudah terkenal dengan padang bunga abadinya yang memanjakan mata. Dengan jalur yang tak terlalu sulit dan relatif pendek ( 2 jam sampai ke pondok saladah, 1 jam lagi untuk sampai tegal alun ), Papandayan selalu direkomendasikan untuk orang yang pertama kali naik gunung.

Namun, saya melihat gunung setinggi 2665 meter ini sudah menjadi sebuah bumi perkemahan. Sudah ada toilet, mushola, dan air yang terus mengalir di pondok Saladah. Terlihat antrian para perempuan dominan di toilet tersebut, sementara kaum adam lebih memilih di balik semak-semak — tentu tanpa antrian.

Pondok saladah sangat ramai pada akhir pekan. Bahkan, beberapa orang sedang bernyayi dengan gitar yang dibawanya. Saya sih, mending bawa beras daripada bawa gitar.

Beruntung, area Tegal Alun, terlihat sangat bersih. Tak ada tisu-tisu basah nakal bercorak kuning yang terlihat. Karena di area padang edeilweiss sejauh mata memandang ini memang banyak sekali babi hutan, pun anginnya yang sangat kencang. Maka dari itu pengelola melarang untuk mendirikan tenda disini.

Anyway, saya sudah jatuh cinta dengan bunga-bunga abadi di Papandayan, dan akan selalu kembali kesini lagi. Saya msih ingin mengambil milky way dari hutan mati. Itu pasti kece abis.

Would you like to go with me? :)

Trek awal Papandayan melewati kawah-kawah yang aktif. Sebisa mungkin gunakan masker. Saya sendiri agak pusing jika mencium terlalu banyak belerang.

Trek awal Papandayan melewati kawah-kawah yang aktif. Sebisa mungkin gunakan masker. Saya sendiri agak pusing jika mencium terlalu banyak belerang.

[click to continue…]

{ 14 comments }

Jarang sekali saya ikut ‘open trip’ bersama agen-agen tur. Biasanya saya lebih senang pergi sendiri, atau paling tidak bersama dua atau tiga teman dekat.

Tapi, terkadang ikut rombongan tur itu memang menyenangkan. Semuanya sudah tersedia : itenerary, makanan, penginapan. kita tinggal duduk manis menikmati perjalanan, tentunya bersama banyak kawan-kawan baru.

Beberapa waktu lalu, saya ikut sebuah rombongan tur ke Ujung kulon. Berhubung sewa kapal di Ujung kulon memang mirip raja ampat — tidak murah kalau orangnya sedikit, jadi saya memutuskan untuk ikut sebuah open trip yang di posting di forum backpacker Indonesia. Sekarang ini kan lagi jaman tour agent dengan “paket backpacker” yang menawarkan harga yang masih masuk akal, walaupun fasilitas seadanya.

Foto-foto dibawah ini hanya pakai ipun. Karena kamera saya lagi di tempat servis. *hiks.

Sunrise dari dermaga sumur, kami berangkat dari Jakarta tengah malam, dan tiba disini jam 4 pagi.

Sunrise dari dermaga sumur, kami berangkat dari Jakarta tengah malam, dan tiba disini jam 4 pagi.

Dermaga Pulau Peucang. Blue blue blueeee

Dermaga Pulau Peucang. Blue blue blueeee

[click to continue…]

{ 27 comments }
Thanks!

Indonesia icon

So you read about my last post about a few reasons why you should visit Indonesia? Should you google it, you find a website called indonesia.travel — the official tourism board.

And then you start get lost…literally.

And you start wondering, “what am i doing here?”

….

Here’s some the quirk i found on the website. Come on, guys, you can do better than this!

1. Bad Typography

The font is pretty small, the character per line is too high, the line is too cramped. For me, it wont passed my readability test. How can people comfortably searching for information?

Why don’t you use a golden ratio typography calculator, it’s free on internet!

My eye get strain reading this..

My eye get strain reading this..

My RSS reader render your article pretty nice actually...

My RSS reader render your article pretty nice actually…

[click to continue…]

{ 29 comments }