Hello!
Popular Posts
Categories
Archives
Recent Travel Journal
More Travel Journal
- Cerita dari XL Net Rally : The Unlimited Experience from #xlnetrally and #pb2010
- Hunting street + jadi turis norak Jakarta
- Catatan perjalanan : Nekat ke Bromo
- Pangandaran – Green Canyon revisited
- Indahnya pesisir selatan Garut
- Sawarna, surga banten Selatan
- Mendaki Rinjani, Gunung Tercantik Indonesia
- Saya pasti ke Festival Teluk Jailolo 2012!
- Bintang dari Rancabuaya
- Melihat Bandung dari Moko
- Perjalanan Egois ke Ujung Genteng (part 1)
- 10 Pantai paling dekat dengan Bandung
Recent Comments
- Bang Haydar on Saya pasti ke Festival Teluk Jailolo 2012!
- Boi on Menapaki eksotisme hutan tropis cibodas menuju puncak Gede
- Maharsi Wahyu K on Cerita dari Hari Waisak di Borobudur
- Tota_omega on Catatan perjalanan : Nekat ke Bromo
- Rebeccaindhira28 on Mendaki Rinjani, Gunung Tercantik Indonesia
Monthly Archives: November 2009
Cerita setelah shalat ied..
Setelah gagal pulang ke rumah gara-gara ada sedikit insiden di kosan, akhirnya saya sholat ied di kampus. Iseng jeprat jepret abis sholat ngelihat anak kecil yang sedang mengumpulkan koran bekas sholat. Anyway, here the story goes…
Coba – Coba HDR..
Jujur saja saya kurang begitu suka teknik HDR digunakan pada landscape. Kenapa ? Karena HDR membuat foto – foto landscape kita terasa “terang semua”. Jadi permainan antara highlight dan shadow menjadi kurang terasa.
Sebetulnya jika teknik ini digunakan dengan baik, foto yang dihasilkan bisa sangat bagus.

Hasil HDR
High dynamic range berarti kita menambahkan kemampuan kamera mengambil foto dari bagian yang paling gelap dan paling terang tanpa kehilangan detail. Teknik HDR digunakan karena kemampuan kamera yang sangat terbatas dalam menangkap range cahaya.
Sebetulnya ini dapat diatasi oleh filter gradual ND, tetapi terkadang filter ini membuat garis bekas gradasi pada horizon yang tidak datar, seperti dibatasi pepohonan ataupun pegunungan.
Tetapi saran saya, untuk teknik HDR yang baik, kita juga harus menggunakan filter gradual ND untuk menjaga batas tiap foto yang akan digabungkan agar tetap ada detail.
Berikut ini ada contoh foto yang saya gabungkan :

Foto yang digabungkan
Foto di atas tetap menggunakan gradual ND 0.6 untuk menjaga range cahaya. Teknis nya sangat mudah, hanya butuh tripod dan tentu saja cahaya yang bagus. :D
Saya mengambil 5 buah exposure yang berbeda dari yang paling gelap ke paling terang. Format gambar saya ambil RAW untuk hasil maksimal.
Untuk menggabungkannya diperlukan software pengolah HDR seperti photomatix atau photoshop. Saya memilih menggunakan photoshop.
Caranya sangat mudah tinggal pilih File -> Automate -> Merge to HDR (saya menggunakan photoshop CS3)
Lalu tinggal menunggu hasilnya dan silahkan di atur – atur brightness, contrast, dan gamma. HDR anda siap dinikmati.
* Ini hasil tanpa filter dan HDR, siluet man! :lol:

siluet!
Thanks for reading!
It’s you & me…
Thanks buat poporina untuk kamera zenit-nya & special thanks buat ultraspace atas papercraft & the best gift i’ve ever had :D

hemmm...
Taken with zenit 21xs with 58 mm f/2 using fuji superia 200…. :)
Wait for more result!
Posted in Personal, Photo Story
4 Comments


