Hello!
Popular Posts
Categories
Archives
Recent Travel Journal
More Travel Journal
- Cerita dari XL Net Rally : The Unlimited Experience from #xlnetrally and #pb2010
- Hunting street + jadi turis norak Jakarta
- Catatan perjalanan : Nekat ke Bromo
- Pangandaran – Green Canyon revisited
- Indahnya pesisir selatan Garut
- Sawarna, surga banten Selatan
- Mendaki Rinjani, Gunung Tercantik Indonesia
- Saya pasti ke Festival Teluk Jailolo 2012!
- Bintang dari Rancabuaya
- Melihat Bandung dari Moko
- Perjalanan Egois ke Ujung Genteng (part 1)
- 10 Pantai paling dekat dengan Bandung
Recent Comments
- Bang Haydar on Saya pasti ke Festival Teluk Jailolo 2012!
- Boi on Menapaki eksotisme hutan tropis cibodas menuju puncak Gede
- Maharsi Wahyu K on Cerita dari Hari Waisak di Borobudur
- Tota_omega on Catatan perjalanan : Nekat ke Bromo
- Rebeccaindhira28 on Mendaki Rinjani, Gunung Tercantik Indonesia
Monthly Archives: June 2010
Bagaimana cahaya terbaik untuk fotografi Landscape?
Tentunya kita sudah tahu bahwa cahaya terbaik untuk memotret landsacpe adalah pada saat pagi hari atau sore hari. Tetapi, cahaya yang seperti apa sih yang bisa membuat foto kita ‘juara’ ?
Mari saya klasifikasikan tipe cahaya terlebih dahulu :
- Cahaya keras (hard light)
- Cahaya lembut (soft light)
Hard light umumnya terjadi pada siang hari, atau hari menjelang siang saat awan-awan tidak ada. Sumber cahaya kita satu-satunya adalah matahari. Hard light akan terjadi jika sumber cahayanya relatif lebih kecil dibandingkan dengan subjeknya. Matahari adalah satu-satunya sumber cahaya kita yang sangat besar. Tetapi karena sangat jauh, ia menjadi relatif lebih kecil daripada kita. Sehingga yang dihasilkan adalah cahaya yang keras dengan kontras yang tinggi.
Soft light kebalikan dari hard light, cahayanya lembut serta berkontras rendah. Softlight biasa terjadi saat hari berawan. Kenapa? Karena sinar matahari akan tertutup awan dan akan menyebarkan cahaya ke seluruh permukaan awan. Sehingga yang terjadi awan menjadi sumber cahaya yang relatif lebih besar dan dekat terhadap kita.

Oke setelah mengetahui tipe cahaya, sekarang pertanyaannya adalah : what’s the best light for landscape photograpy !? Continue reading
Sunrise Dayeuhkolot 18 Juni
Entah ada angin apa tiba-tiba teman saya ini si jaki, yang kerjaannya motret model melulu, minta ditemenin motret landscape. Kayaknya sih dia mupeng ngeliat foto-foto pas hunting bareng mira dan hardo minggu lalu hehe. Akhirnya pagi tadi saya sepedaan kesana. Well, a little late but we still got a nice light!
Posted in Photo Story
4 Comments
You’re boring
You’re boring
Sorry, someone had to say it.
Your photos are predictable. Your insights are recycled. You don’t bring surprise with you when you enter a room.
That’s why people are ignoring you.
Which used to be fine, because you could just buy attention for your brand or your company or your sales efforts. But that half-price sale on attention is now over.
The only path left is to lean out of the edge and become interesting, noteworthy and yes, remarkable.
Hemm. Lagi iseng blogwalking nemu kata-kata seperti ini. Tetapi saya lupa kata-kata ini asalnya dari mana. Sebenarnnya kata photos adalah product. Biar pas dengan fotografi yah saya ganti saja. Yah, lumayan menyentil juga kan kata-katanya. Bagaimana menurut anda?
Posted in Opinion
3 Comments
Nice (before) Sunrise!
My favorite time to photograph is at dawn when the light is magical and the landscape is quiet. ‘This is the time when I feel most alive. Like this! (Cikoneng lagi haha)..
Posted in Photo Story
2 Comments
Puntang (..lagi -_-” )
Sebelumnya saya sudah pernah posting tentang puntang disini. Tetapi trip kali ini saya bareng teman-teman alumni smk telkom jakarta. Kita cuma gathering aja kok di kaki gunung, gak sampe hiking ke atas segala hahaha. Tetapi, kali ini saya naik sepeda kesana. Ya, betul sekali saya naik SEPEDA sodara-sodara :lol:
Berangkat dari kosan jam setengah enam, sampe sana hampir setengah sembilan. -_- Padahal yang lain naik mobil paling cuma 40 menit. Sebenernya tidak jauh puntang dari kosan di dayeuhkolot, tetapi karena tanjakan nya yang ekstrim ( saya akui lembang kalah deh) sama sekali gak ada nafas buat jalan landai saya jadi melambat.
Anyway, here’s the shot..

Photo Quote : Richard Avedon
All photographs are accurate. None of them is truth.
Richard Avedon
Apakah fotografi itu menceritakan realita? Ataukah hanya menceritakan sesuatu yang semu? Atau hanya dalam imajinasi kita? It’s up to you.
Posted in Opinion
Leave a comment




