≡ Menu

4 Langkah Mudah Memotret Bintang (dan Milky way!)

Ranupane.

Ranupane.

Siapa yang tak merasa terhipnotis, melihat butiran cahaya berjuta tahun cahaya jaraknya di angkasa sana?

Saya adalah pengagum langit, sebuah kanvas besar ciptaan Tuhan yang tiap harinya selalu memberikan kejutan yang berbeda. Terutama di malam hari, Ia menciptakan gugusan bintang sebagai penghias malam, dan sebagai petunjuk bagi manusia.

Kita tinggal di galaksi bimasakti (milky way), jadi kita tak mungkin memotret keselurahan galaksi. Yang bisa kita potret adalah sebagian kecil sisi dari bimasakti.

Kecil, tapi luar biasa.

Caranya gampang sekali, serius! Ini yang kalian butuhkan :

1. Langit malam cerah

Sebetulnya memotret bintang tak perlu di gunung atau tempat tinggi. Namun, agar bintang terlihat jelas, kita tak boleh di tempat yang banyak polusi cahaya.

Makanya memang lebih mudah memotret bintang di pegunungan daripada di area kota.

Ini sebetulnya bagian tersulit, sih. Hehe, paling nggak, ada alasan baru buat naik gunung dan mengeksplor tempat baru, kan?

Milky way di bukit cinta, tak ada polusi cahaya. Bintang terlihat jelas dengan mata telanjang.

Milky way di bukit cinta, tak ada polusi cahaya. Bintang terlihat jelas dengan mata telanjang.

Milky way over Mt. Gede

Milky way over Mt. Gede

Mencoba memotret dari bukit Moko, kota Bandung. Terlalu banyak cahaya sehingga bintang tak nampak.

Mencoba memotret dari bukit Moko, kota Bandung. Terlalu banyak cahaya sehingga bintang tak nampak. Perhatikan bagian kanan bawah yang sudah overexpose karena lampu kota

2. Cek posisi milky way

Jika hanya ingin memotret bintang, mungkin bisa kapan saja. Tapi ingat, bumi kita berputar. Ada kalanya milkyway tidak terlihat dari tempat kita berdiri.

Milkyway juga akan sulit terlihat jika bulan sedang ikut nimbrung. Jadi, lebih baik kita memotret saat bulan baru muncul, sehingga malam gelap akan lebih panjang.

Banyak software untuk mengecek kondisi bintang seperti stellarium, sky guide, dan banyak sekali di app store. Di search-aja ya.

Umumnya, paling enak memotret milky way itu adalah saat April – September di arah selatan.

Masih di bukit cinta, ranu kumbolo. Canon 5d, 28 mm, 30 detik, f/2.8, iso 1600

Masih di bukit cinta, ranu kumbolo. Canon 5d, 28 mm, 30 detik, f/2.8, iso 1600

Taburan bintang di Rancaupas, Bandung selatan.

Taburan bintang di Rancaupas, Bandung selatan. Canon 5D, 16mm, f/2.8, 15 sec, iso 3200

Ranupane.

Ranupane.

3. Set Fokus ke Infinity, perkirakan komposisi

Taruh dulu kameranya di tripod ya. Setelah itu fokuskan lensa ke posisi tak hingga.

Kalau di lensanya sudah ada distance scale, silakan diset ke posisi infinity, biasanya berbentuk simbol angka delapan tengkurap  ∞. 

Kalau nggak ada scale nya seperti lensa kit 18-55, fokus saja ke benda terjauh yang bisa difokuskan. Dan dikira-kira.

Karena saya pakai kamera poket, jadi masuk ke menu dan pilih fokus ke infinity

Infinity focus pada kamera saya, Ricoh GR

Infinity focus pada kamera saya, Ricoh GR

Untuk komposisi, trial & error aja. Karena emang gelap, sih. Mau gimana lagi?

Paling nggak yang punya buble level di tripodnya bisa pastikan posisi horizon kamera lurus saja.

4. Set kamera ke diafragma & ISO tertinggi, dan coba 30 detik

Saya memakai lensa 28 f/2.8. Jadi saya test kamera saya di iso 3200, f/2.8, dan 30 detik

Kenapa 30 detik? Karena menurut pengalaman, 30 detik itu adalah waktu maksimum agar bintang tetap seperti titik, bukan sebuah garis.

Kalau lebih dari 30 detik, maka bintang akan ‘berjalan’ dan nampak seperti apa yang kita sebut sebagai light painting.

Kecuali, memang efek seperti itu yang ingin didapatkan sih.

Ada yang namanya rule-600. Jadi shutter speed maksimum yang diperbolehkan agar bintang tak bergerak adalah 600 dibagi dengan focal length lensa (format 35 mm, jika APS-C dikali dulu dengan 1.5, MFT dikali 2)

TIps : gunakan iso tinggi sekali untuk cek komposisi, karena cuma butuh waktu sebentar untuk mengambilnya. Foto kiri : iso 25600 dengan speed 5 detik, Foto kanan : iso 3200 dengan speed 30 detik.

TIps : gunakan iso tinggi sekali untuk cek komposisi, karena cuma butuh waktu sebentar untuk mengambilnya. Foto kiri : iso 25600 dengan speed 5 detik, Foto kanan : iso 3200 dengan speed 30 detik.

Pulau Mansuar, Raja Ampat.

Pulau Mansuar, Raja Ampat.

Jadi kalau kita pakai lensa 18mm, maka waktu maksimum adalah 600/18 =  33 detik. Nggak selalu akurat karena ini tergantung dari posisi kita di bumi. Tapi, generally itu rule of thumb-nya sebagai permulaan.

Bintang di sebuah dermaga

Bintang di sebuah dermaga

Normal 30 sec static star. Pulau Tomia, Wakatobi.

Normal 30 sec static star. Pulau Tomia, Wakatobi.

Epic 7200 second exposure star trail ( 2 jam!)

Epic 7200 second exposure star trail ( 2 jam!)

Me & Milky way :)

Ini yang paling epic. Me & Milky way :))

So, tertarik memotret milky way? Atau masih ada yang kurang jelas? Silakan tinggalkan komentar di bawah ya.

Thanks!

{ 46 comments… add one }

  • teorinya simple, tapi prakteknya suseeeh, kalau gak blur komposisi kacau, ya kebanyakan noise :D *harus sering – sering praktek nih ya kayaknya*

  • Thanks kak wira lagi nyari cara foto bintang.. pas deh ketemu…

  • Ngeri2 fotonya…..foto yang terakhir juga nger….. eh, sudahlah…. XD

    Yang dua jam itu f sama isonya berapa ka? Kalo ngga ada cahaya lain yang masuk, memang ngga over exposure gitu?

    • Sebenernya nggak dua jam full itu.

      Jadinya ngambilnya tetap 30 detik, tapi dilakuin terus menerus selama dua jam. Beberapa ratus exposure, mirip kayak bikin timelapse. Tapi intervalnya 0 detik.

      Kalau pake kamera film gak perlu takut over sih, ditinggal semaleman juga, soalnya ada yang namanya “reciprocity failure”. Kalau digital gak bisa gitu, pasti over ditinggal beberapa menit juga.

      Nah, setelah fotonya selesai, tinggal ditumpuk di photoshop. Atau ada beberapa software yang emang khusus buat startrail. Banyak kok tinggal google.

      Gitu kira-kira, hehe.

  • Eka

    Tekniknya susyeh kameranya pun tak ada jadi gak bisa praktek x (

  • Aku pernah sekali aja nyoba..tapi gagak, ada bula nungol dikit…iso paling tinggi camera cuma 1600 aja…

    Foto terakhir itu nahan nafas selama 30 juga ya?

    • Perlu perjuangan ekstra buat nyengir selama 30 detik mas, nafas mah tetep :)))

  • Itu foto terakhir Kuat ga gerak sampe berapa lama kak?
    Aku jadi model aja sudah lelah :))))

  • trizno

    Waw keren,selalu suka dengan foto-foto kak Wira. salam kenal

  • Daffa Alif Pratama

    Kalo ngolah di Photoshop gimana mas? Langkah-langkahnya gitu?

    • gak ada langkah khusus. Paling ngilangin noise aja karena kita kan pake hi iso.

  • phy_iv

    Dasyat sudah foto-fotonya! Harus dicoba nih kapan kapan. makasih ya kk infonya.. ngomong ngomong itu nyatuin gambar yang 2 jam pasti lama banget ya hehe

    • dengan cinta gak perlu waktu lama, kak #salahfokus

  • iwang

    Mas kalo cuma pake lensa kit 55mm bissa nggak? Maklum cm ada lensa kit ama tele 300mm kameranya pun cm nikon 3100 hehe mohon infonya

    • Bisa aja kak, cuma harus tahu posisi infinity pas manual fokusnya.

  • Eh busyet yang di ranca upas itu sekseh sekali, aku demen banget.
    Thanks sharing nya, langsung aku note di hp. Biar saat nya nanti langsung buka dan di praktekan :-)

  • Mantap! Selama ini belum pernah nemu tempat beginian pas bawa kamera. Haha, lain kali dicoba rules of 600-nya.

    • Mantap, jangan lupa kamu kan pake kamera 2x crop factor om, jadinya dikali dua dulu : 600 / (2x FL)

  • superb post!

  • pengen nyobain ah! :-D

  • Ka Wira.. Bikinin tutorial buat time lapse malam hari dong.. Time lapse siang hari sih sukses kemarin, tapi pas nyoba malem hari masih bingung ngaturnya.. Thanks nuwun.. :D

    • ihihi aku juga masih belajar, nanti ya kalau udah berhasil pasti di share :’)

  • kak wiraaaaa, keren bangettt.. aku mau belajar dan tahun ini hunting bintang ahhh!

    • terima kasih kak indrii, yuk hunting bintang ^^

  • chen

    Salam kak wira…aku ada kasus….dah coba di matering nya s:30 dtik f: 4 iso 3200. Lokasi danau…yg minim ” g ada radiasi langit kinclong….bintang bnyak..pas di abadikan…bintang g bnyak di frame,,,,trus low exposure ……main di speed yg lebih lama takut g titik bintang nya…itu gmn tu kak…thank info nya kak wira…

    • Lensanya gak bisa lebih dari f/4 ya? coba f/3.5, atau f/2.8. Kalau masih gak bisa, coba pake raw aja motretnya, terus di push pas di post processing. Memang ntar lebih banyak noise, sih.

      Saya biasanya iso 1600 f/2.8 udah dapet kok (ini equivalen dengan iso 3200 f/4 kan?)

  • ih keren sekali kakak…ajarin motret bintang dong, sekalian ajakin jalan2nya jugaaaa

  • danny dwi

    Foto yg teraakhir itu pencahayaan ke obyek orangnya pake lampu apa kak?trims

    • pake senter kecil biasa aja kok, cuma disenter nya paling cuma 2-3 detik walaupun exposure 30 detik, tergantung level ke’terang’an senter :)

  • danny dwi

    Pantesan pas saya foto milky way di pantai klayar saya senter ke obyek sampe 30detik hasilnya over,trs coba pake slow syncro hasilnya jg tetep over,thx ilmunya om wira

  • Thanks infoya,
    berguna banget untuk yang baru belajar seperti saya ini.

  • Yang pasti tripod kudu mahal ya hehehe…
    pengalaman saya beli tripod murah pasti susah

  • Bayu

    2 bulan lgi bru bsa prktekin nih…hihihi….

  • Irta Yulita Lestari

    duuh bagus bagus, tapi kameranya juga harus bagus yaah?? -__-

  • wah, terimakasih mas untuk share tips nya..
    siap dipraktekkan..

    foto-fotonya luar biasa.. :)

    salam

  • Adit

    kak.. saya masih bingung dengan rule of 600 nya.. bisa diberi pencerahan lagi gak ?? hehehe :v

  • ejie pun pecinta langit dan bintang khususnya… eheeem

    ajakin ejie jalan donk wiraaaaaaa… trus ajarin ejie motret bintang. selalu gagal karena emg gapunya tripod :D
    latian pake tripod sekali, tp juga ngga tau gmn cara bisa motonya.
    hampir di setiap kesempatan jalan2, bisa ngeliat taburan bintang di langit, tapi ngga pernah bisa berhasil menangkapnya on my cam! ihiiiikkksss -_-

    teach me how to catch it, pleaseeeeeee :)

  • ancha

    Bang. Nentuin fokusnya bang :(

  • info bagus dan berguna thanks tutor nya.. saatnya coba” :)

Leave a Comment