Hello!
Popular Posts
Categories
Archives
Recent Travel Journal
More Travel Journal
- Cerita dari XL Net Rally : The Unlimited Experience from #xlnetrally and #pb2010
- Hunting street + jadi turis norak Jakarta
- Catatan perjalanan : Nekat ke Bromo
- Pangandaran – Green Canyon revisited
- Indahnya pesisir selatan Garut
- Sawarna, surga banten Selatan
- Mendaki Rinjani, Gunung Tercantik Indonesia
- Saya pasti ke Festival Teluk Jailolo 2012!
- Bintang dari Rancabuaya
- Melihat Bandung dari Moko
- Perjalanan Egois ke Ujung Genteng (part 1)
- 10 Pantai paling dekat dengan Bandung
Recent Comments
- Bang Haydar on Saya pasti ke Festival Teluk Jailolo 2012!
- Boi on Menapaki eksotisme hutan tropis cibodas menuju puncak Gede
- Maharsi Wahyu K on Cerita dari Hari Waisak di Borobudur
- Tota_omega on Catatan perjalanan : Nekat ke Bromo
- Rebeccaindhira28 on Mendaki Rinjani, Gunung Tercantik Indonesia
Category Archives: Tips & Trick
10 Pantai paling dekat dengan Bandung
Tinggal di Bandung? Pengen ke pantai? Ahh, jauh!
Siapa bilang? Pantai-pantai dibawah ini bisa dicapai dengan berkendara empat hingga tujuh jam dari Bandung. Siap? Inilah mereka!
(all photo copyrighted to me, otherwise noted, please contact for further use)
1. Pantai Santolo
Terletak di pameungpeuk, Garut. Menurut saya, pantai ini paling dekat dengan Bandung. Perjalanan sekitar 4 sampai 5 jam. Biasanya saya berangkat pukul 12 malam, dan tiba disana pas adzan subuh. Pantainya masih sangat alami, jadi jangan harap ada banana boat disini. Disini juga ada markas LAPAN, jadi jangan kaget kalo tiba-tiba ada roket percobaan jatuh ke laut!
Also posted in Travel
Tagged backpacker, bandung, garut, pameungpeuk, Pangandaran, pantai, peucang, rancabuaya, santolo, sawarna, susur pantai, ujung genteng
9 Comments
Foto kamu kurang bagus? Berarti kurang dekat!
The Rule of thumb dari Robert capa adalah :
If your photo not good enough, you’re not close enough.
Capa tidak bercanda. Makin dekat kita dengan subjek foto, impact-nya akan lebih terasa.
Contohnya ini, foto ini saya ambil di pantai Rancabuaya. Ombak lewat persis di bawah kamera sehingga efeknya benar-benar terasa. Sebetulnya ini tidak sengaja hehe, dan saya merasa beruntung kamera tidak sampai tersapu ombak.
Lebih dekat? Maksudnya pakai lensa tele?
Tidak!
Getting closer means getting really closer with your feet! Gunakan lensa lebar dan dekati subjek. Coba dan lihatlah bedanya.
Lebih dekat dengan subjek akan membuat pemirsa foto ikut di momen dalam foto tersebut.
Tips buat ngilangin stress : main sama anak kecil
Lagi bosen sama kerjaan? Lagi stress? Coba tips saya : main sama anak kecil. They really have a pure smile that you can forget all your problems!
Foto di bawah ini saya ambil di depan kosan saya, anak tetangga. Setiap hari kerjaannya cuma ketawa, nangis, terus makan. :lol:
Also posted in Personal, Photo Story
Leave a comment
Workshop fotografi oleh Nurulita Rahayu
Saya adalah orang yang buta fashion. Maka dari itu saat workshop fotografi fashion hari ini, saya cukup terkesima.
Ya, hari ini saya dan photoST diundang oleh UKM fotografi sastra jerman UNPAD Der Blitz ke workshop fotografi fashion gratis, yeah F-R-E-E ! I mean, how’d the heck they do it !? pas liat sponsornya nikon school of photography saya langsung nyengir.
Anyway, workshop dibawakan oleh fotografer yang cantik, teteh Nurulita Rahayu. Yang saya pikir dia itu modelya *tepok jidat*
Saya akui, teh nurul memang fotografer yang berbakat. Portfolionya luar biasa, clientnya juga bukan sembarangan seperti A mild, biore, bread talk, BMW, BNI dan banyak lagi.
Untuk workshopnya sendiri, saya lebih banyak fokus ke teknis lighting-nya. Karena ketika teh nurul berbicara tentang fashion, saya ga mudeng sekali-kali hahaha.
Yang saya heran dari teh nurul ternyata dia adalah lulusan teknik kimia ITB. Ketika ditanya kenapa ingin jadi fotografer dia bilang,
‘Passion saya di fotografi, saya tidak membayangkan kalau saya bekerja di bidang selain fotografi, jika kalian memiliki sebuah passion di sesuatu, kejarlah itu!’
There we goes.
Saya jadi merasa tersindir dengan saya yang sering malas-malasan ini.
Lalu setelah teh nurul sharing tentang pengalaman dan portfolionya, kita diminta untuk mencoba memotret. Well, belum fashion sih, hanya portrait biasa karena kita masih belajar lighting.
Hasil fotonya? Saya cuma memotret sedikit, foto pertama menggunakan satu buah softbox dan foto kedua menggunakan continous light.
Seri Tips Fotografi Landscape : Komposisi
Kunci mendapatkan foto landscape yang sukses adalah peletakan elemen yang tepat. Semua elemen harus saling mengisi, tidak saling bertabrakan. Dengan kata lain, memiliki keseimbangan.
Karena sama halnya dengan komposisi dalam musik, walapun banyak instrumen yang berbunyi, tetapi terdengar saling bersahutan dan saling mengisi satu sama lain.
Intinya, carilah harmoni dari komposisi.
Kemudian, usahakan selalu ada foreground untuk menambah daya tarik foto landscape kita. Foreground yang kuat akan membantu mata pemirsa foto untuk menjelajahi seluruh bagian foto, apakah itu mid-ground atau pun background.
Masih ingat rule of third? Aturan klasik ini mengatakan bahwa jika kita membagi frame menjadi 9 buah persegi, maka objek yang diletakan di perpotongan garis akan menjadi lebih menarik.
Garis bayangan ini juga bagus untuk peletakan garis horizon yang membelah langit dengan bagian bawahnya.
Tetapi, aturan memang terkadang dibuat untuk dilanggar, jika kita menginkan porsi langit 50:50 dengan daratan, tidak ada salahnya untuk dicoba. Malah terkadang untuk foto yang terdapat elemen refleksi di dalamnya, komposisi 50:50 terlihat lebih menarik menurut saya.
Komposisi akan sangat berpengaruh pada kekuatan foto landscape kita. Jadi, jangan tergesa-gesa ketika mengambil gambar. Perhatikan baik-baik peletakan elemen dalam foto.
Seperti pada foto dibawah, saya mengganti-ganti posisi si kayu agar dia terlihat lebih dinamis, sampai saya puas dengan kombinasi elemen lainnya.
Berikutnya, subject dan point of interest …to be continued
Tagged Fotografi, Landscape, tips, trik
4 Comments
Don’t put off your camera yet!
Ceritanya pagi-pagi pengen hunting sunrise bareng temen saya ini. Antara pergi dan tidak pergi, agak ragu-ragu juga karena semalaman Bandung diguyur hujan. Kemungkinan besar langit pasti berawan. Tetapi entah kenapa akhirnya kami tetap pergi.
Nah, pas sampai di cikoneng spot sunrise, matahari sama sekali tidak berbaik hati menunjukan batang hidungnya. Kecewa, tetapi kami tidak putus asa. Akhirnya kami pun memotret bunga-bunga warna ungu ini. Entah bunga apa namanya (dan entah ini bunga atau bukan), tetapi bunga ini sangat sering saya lihat dan mempunyai bentuk yang unik.
Well then, don’t put your camera when the weather is bad, you can create some different shot from there. Like this one:

Continue reading
Bagaimana cahaya terbaik untuk fotografi Landscape?
Tentunya kita sudah tahu bahwa cahaya terbaik untuk memotret landsacpe adalah pada saat pagi hari atau sore hari. Tetapi, cahaya yang seperti apa sih yang bisa membuat foto kita ‘juara’ ?
Mari saya klasifikasikan tipe cahaya terlebih dahulu :
- Cahaya keras (hard light)
- Cahaya lembut (soft light)
Hard light umumnya terjadi pada siang hari, atau hari menjelang siang saat awan-awan tidak ada. Sumber cahaya kita satu-satunya adalah matahari. Hard light akan terjadi jika sumber cahayanya relatif lebih kecil dibandingkan dengan subjeknya. Matahari adalah satu-satunya sumber cahaya kita yang sangat besar. Tetapi karena sangat jauh, ia menjadi relatif lebih kecil daripada kita. Sehingga yang dihasilkan adalah cahaya yang keras dengan kontras yang tinggi.
Soft light kebalikan dari hard light, cahayanya lembut serta berkontras rendah. Softlight biasa terjadi saat hari berawan. Kenapa? Karena sinar matahari akan tertutup awan dan akan menyebarkan cahaya ke seluruh permukaan awan. Sehingga yang terjadi awan menjadi sumber cahaya yang relatif lebih besar dan dekat terhadap kita.

Oke setelah mengetahui tipe cahaya, sekarang pertanyaannya adalah : what’s the best light for landscape photograpy !? Continue reading
Tagged cahaya, Fotografi, landsacape, terbaik, tips
8 Comments
Nikon Picture Control (BW killer gan)
Picture control adalah fitur dari kamera nikon untuk mengatur parameter output kamera seperti brightness, contrast, hue, saturation dan lain sebagainya. Pada tipe kamera seperti d40, d200, d80 belum ada fitur picture control. Tetapi hanya ada menu “optimize image” untuk mengatur parameter output kamera.
Tetapi pada kamera terbaru seperti nikon d90, d300, d3 terdapat menu “picture control” dengan menu pilihan yang lebih bervariasi, bahkan dapat di custom sendiri. Nah karena kamera saya cuma d40, saya tidak punya menu pic control ini. Tetapi saya dapat mensimulasikan dengan software viewNX atau captureNX. File RAW (NEF) D40 bisa di apply ke dalamnya dan hasilnya bakal d40 rasa d300.
Silahkan dilihat perbandingannya di bawah ini, maaf fotonya jelek, gak fokus, dan modelnya sama sekali tidak menarik. :lol:

| Color Mode 1a |

| Color mode 2a | Continue reading
Mengoptimalkan kualitas upload foto facebook
Mungkin ketika kita mengupload foto ke facebook, hasil yang ditampilkan agak sedikit berbeda dengan foto asli kita. Jika kita sedikit perhatikan foto menjadi berkurang ketajaman dan saturasinya. Ini dikarenakan script dari facebook yang mengecilkan dan mengkompres foto saat kita mengupload-nya. Tips kali ini berguna untuk mengoptimalkan hasil upload kita agar terlihat seperti aslinya. Saya mulai dengan foto ini, diambil menggunakan D40 dengan lensa super tajam nikor 18-135 mm.

Pertama-tama yang harus kita lakukan Continue reading
Tagged facebook. optimal, foto, upload
9 Comments
Coba – Coba HDR..
Jujur saja saya kurang begitu suka teknik HDR digunakan pada landscape. Kenapa ? Karena HDR membuat foto – foto landscape kita terasa “terang semua”. Jadi permainan antara highlight dan shadow menjadi kurang terasa.
Sebetulnya jika teknik ini digunakan dengan baik, foto yang dihasilkan bisa sangat bagus.

Hasil HDR
High dynamic range berarti kita menambahkan kemampuan kamera mengambil foto dari bagian yang paling gelap dan paling terang tanpa kehilangan detail. Teknik HDR digunakan karena kemampuan kamera yang sangat terbatas dalam menangkap range cahaya.
Sebetulnya ini dapat diatasi oleh filter gradual ND, tetapi terkadang filter ini membuat garis bekas gradasi pada horizon yang tidak datar, seperti dibatasi pepohonan ataupun pegunungan.
Tetapi saran saya, untuk teknik HDR yang baik, kita juga harus menggunakan filter gradual ND untuk menjaga batas tiap foto yang akan digabungkan agar tetap ada detail.
Berikut ini ada contoh foto yang saya gabungkan :

Foto yang digabungkan
Foto di atas tetap menggunakan gradual ND 0.6 untuk menjaga range cahaya. Teknis nya sangat mudah, hanya butuh tripod dan tentu saja cahaya yang bagus. :D
Saya mengambil 5 buah exposure yang berbeda dari yang paling gelap ke paling terang. Format gambar saya ambil RAW untuk hasil maksimal.
Untuk menggabungkannya diperlukan software pengolah HDR seperti photomatix atau photoshop. Saya memilih menggunakan photoshop.
Caranya sangat mudah tinggal pilih File -> Automate -> Merge to HDR (saya menggunakan photoshop CS3)
Lalu tinggal menunggu hasilnya dan silahkan di atur – atur brightness, contrast, dan gamma. HDR anda siap dinikmati.
* Ini hasil tanpa filter dan HDR, siluet man! :lol:

siluet!
Thanks for reading!
Tagged hdr landscape
9 Comments
Kamera hape? siapa takut ?
Banyak banget teman – teman saya yang minder karena punya hobi fotografi, tapi tidak belum punya DSLR. Sebenernya untuk ‘fotografi’ kamera pinhole alias lubang jarum juga udah cukup. Dengan catatan yang memakainya punya mental yang kuat. Ya, kenapa mental ? Sebenernya ini cuma masalah paradigma..
“Saya gak akan bisa motret kalau gak punya DSLR!” Continue reading
Latihan Fotografi Landscape
Masih merasa foto landscape kita belum ada yang bagus?
Padahal sudah membaca ini dan ini? Hmm, mungkin jawabannya adalah kita kurang latihan!
Eits, ngapain foto landscape pake latihan segala ? Bukannya foto landscape itu “untung – untungan” ya ? Ya, memang keberuntungan juga merupakan faktor utama.
Tapi ingatlah keberuntungan adalah ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan. Jika kita tidak siap (alias jarang latihan) tentu saja foto kita akan biasa banget hasilnya.
Setuju?
Saya coba tulis disini cara yang biasa saya lakukan untuk latihan fotografi landscape. Maaf kalo fotonya jelek, saya kan juga baru latihan hehe. Tapi ingat , Continue reading














