Hello!
Popular Posts
Categories
Archives
Recent Travel Journal
More Travel Journal
- Cerita dari XL Net Rally : The Unlimited Experience from #xlnetrally and #pb2010
- Hunting street + jadi turis norak Jakarta
- Catatan perjalanan : Nekat ke Bromo
- Pangandaran – Green Canyon revisited
- Indahnya pesisir selatan Garut
- Sawarna, surga banten Selatan
- Mendaki Rinjani, Gunung Tercantik Indonesia
- Saya pasti ke Festival Teluk Jailolo 2012!
- Bintang dari Rancabuaya
- Melihat Bandung dari Moko
- Perjalanan Egois ke Ujung Genteng (part 1)
- 10 Pantai paling dekat dengan Bandung
Recent Comments
- Bang Haydar on Saya pasti ke Festival Teluk Jailolo 2012!
- Boi on Menapaki eksotisme hutan tropis cibodas menuju puncak Gede
- Maharsi Wahyu K on Cerita dari Hari Waisak di Borobudur
- Tota_omega on Catatan perjalanan : Nekat ke Bromo
- Rebeccaindhira28 on Mendaki Rinjani, Gunung Tercantik Indonesia
Category Archives: Tips & Trick
Dimana tempat hunting landscape yang bagus ?
Waduh, ini pertanyaan yang sangat sulit dijawab. Tetapi sebenernya ini sangat mudah sodara – sodara. Let me state one thing :
Tempat hunting landscape dimanapun bisa bagus, semua tergantung kepada kita masing – masing.
Malah, kalau saran saya sendiri untuk latihan landscape pilihlah tempat yang “biasa aja” supaya kita bisa belajar mencari spot dan menemukan angle yng bagus. Dengan begitu kita akan terlatih dengan sendirinya. Continue reading
Tagged hunting, Landscape, tempat
2 Comments
Tips dalam fotografi landscape #2
Tips seri kedua, mudah – mudahan bisa menjadi sedikit inspirasi buat foto landscape kita agar menjadi lebih baik. Diterjemahkan dari majalah outdoor photographer november 2008 dan sedikit ditambahkan oleh saya. Selamat menikmati. :)
1. Keluarlah lebih sering
Kalau kamu sedang membaca blog saya ini, kemungkinan besar kamu telah kehilangan momen di luar sana :D . Tetapi jangan khawatir, kita tidak akan pernah kehabisan momen. Karena inti dari fotografi landscape adalah berada pada tempat yang tepat dan waktu yang tepat.

Danau batur, kintamani © wiranurmansyah
Lebih sering ke tempat yang kamu sukai maka kemungkinan mendapatkan foto yang bagus menjadi semakin besar. Alam punya jadwalnya sendiri, dan kita tidak akan pernah mengetahui. Tetapi jangan lupakan planning kita sendiri. Ada sedikit quote dari film Queen’s Classroom :
“As you gaze at ordinary scenery, there will be many sudden surprises as time flows. Open your eyes and gaze at these important things. Clean your ears and listen. Feel it with your entire body. That’s what it means to be alive.”
Tips fotografi landscape #1
Fotografi landscape itu tidak sulit, namun juga tidak mudah.Hanya dibutuhkan sedikit keberanian serta kesabaran. Here we goes!
1. Perhatikan Horizon
Jika kita berhadapan dengan suatu pemandangan, hampir dapat dipastikan kita akan melihat garis horizontal yang membentang dan membelah gambar menjadi dua bagian.
Ini disebut garis horizon.
Dalam fotografi Landscape, jika salah satu bagian lebih menarik. Berilah porsi 2/3 dari frame.
Dan yang kurang menarik beri sisanya yaitu 1/3. Memang tidak mutlak, tetapi bila POI berada pada bagian yang 2/3 maka kesannya akan lebih kuat.

- heaven light – © wiranurmansyah
2. Pertimbangkan langit
Langit adalah elemen yang cukup penting dalam landscape.
Jika dalam pemotretan langit kurang bagus, usahkan jangan menempatkan pada 2/3 frame.
Ini akan menimbulkan kesan yang flat dan membosankan. Tetapi jika keaadan langit dan awan dalam formasi yang ‘wow’, jangan ragu untuk penuhi frame dengan langit.
Gunakan filter untuk meningkatkan kontras dan saturasi langit seperti Gradual neutral density dan Polarizer.
Tagged featured, Fotografi, Landscape, pemandangan, portrait, tips
37 Comments
Teknik dalam fotografi landscape
Masalah teknis sebetulnya tidak terlalu penting, tapi tetap harus dikuasai agar pada saat memotret kita tidak terganggu oleh masalah – masalah basic seperti shutter speed, iso, aperture, dan lain sebagainya. Mungkin teman – teman sudah tahu akan hal ini, tapi kita akan lihat pengaplikasinya dalam fotografi landscape. Sebelumnya, anda juga harus mengetahui tentang shutter speed, iso, dan aperture. Seperti yang kita ketahui, dalam fotografi landscape, kita tidak bisa mengatur cahaya yang ada; semuanya kehendak Tuhan. Tugas kita adalah mengatur kamera agar apa yang kita lihat bisa kita terjemahkan ke dalam frame kita ( hasil visualisasi awal ).
Metering

Dreamland beach
Metering juga harus dikuasai dengan baik. Pelajarilah fungsi masing-masing metering pada kamera, karena setiap kamera mempunyai karakteristik metering yang berbede. Tips : untuk Nikon, gunakanlah matrix metering karena hasilnya 90 % benar. Paling kita hanya perlu mengkompensasi exposure ke nilai plus(+) jika scene terlalu banyak terang, atau ke nilai (-) jika terlalu banyak bagian gelap. Tapi ini hanya untuk mendapatkan exposure yang “benar” dan ini terserah dari teman – teman sendiri, apakah ingin dibuat lebih terang atau lebih gelap. Dan berbicara masalah outdoor photography, otomatis kita berada dalam kondisi pemotretan dengan dynamic range yang tinggi. Mata kita mungkin masih bisa menangkapnya karena mata merupakan sensor terhebat yang diciptakan Tuhan. Sedangkan sensor kamera tidak akan bisa. Ini bisa dikompensansi dengan filter Gradual Neutral Density. Tahukan teman – teman bahwa penggunaan filter justru untuk mendapatkan efek yang natural ? bukan sebaliknya.
Exposure mode
Dalam kamera, banyak sekali mode exposure yang dapat dipilih. Pada dasarnya hanya ada 4 buah. Program, Aperture priority, Shutter priority, Manual. Mode – mode tambahan seperti portrait, landscape, auto, night portrait, dan lain-lain sebaiknya tidak usah dipakai. Continue reading
Tagged Fotografi, klasik, Landscape, teknik
11 Comments
Bagaimana “melihat” dalam fotografi landscape?
Lupakan masalah teknis
Pertama – tama lupakan masalah teknis terlebih dahulu. Di postingan sebelumnya ada sebuah pernyataan: “Langkah awal untuk mendalami fotografi landscape adalah menentukan secara secara tepat karakter dari landscape itu sendiri”.
Dan karakter paling penting yang harus dipelajari adalah cahaya. Dari mana arah datangnya, seberapa banyak cahaya yang jatuh, bagaimana warna yang muncul..dan lain sebagainya. Proses ini dinamakan previsualisasi, proses dimana kita menentukan perpaduan dari segala elemen yang tesedia.
Ingatlah bahwa foto landscape yang baik adalah foto yang mengambil sebagian untuk mewakili seluruh bagian yang ada. Proses previsualisasi juga dapat dibilang sebagai konversi objektivitas lensa kamera menjadi subjektivitas mata sang fotografer.
Tidak perlu ke tempat yang “wow”

dapet di belakang kosan :D
Poin yang penting lainnya adalah foto landscape yang bagus tidak harus di tempat yang eksotis. Kita harus peka terhadap keadaan alam sekitar kita.
Sadarlah bahwa tempat manapun menyajikan kesempatan foto yang luar biasa. Tinggal bagaimana kita mengolahnya (bukan di photoshop lho..) dan menyajikannya.
Justru dengan tempat yang kurang bagus, mata kita dilatih untuk lebih peka. Mulai dari cara kita melihat cahaya, memilih angle, menentukan focal length yang tepat, memilih elemen yang ingin kita masukan, ataupun menyingkirkan elemen yang mungkin menggagu POI tapi tetap bisa mempertahankan POI itu sendiri.
Jika kita sudah terbiasa akan hal ini, motret dimanapun pasti cihuyy, apalagi kalau tempatnya udah keren. cingcay dah :)
p.s : Ada yang mau hunting ke cikoneng ?
next : Teknik yang harus dikuasi dalam fotografi landscape
In my mind’s eye, I visualize how a particular… sight and feeling will appear on a print. If it excites me, there is a good chance it will make a good photograph. It is an intuitive sense, an ability that comes from a lot of practice. – Ansel Adams
Landscape photography : sedikit pendekatan
Entah kenapa saya seneng banget sama yang namanya landscape. Jenis fotografi ini selalu mengingatkan kita atas kebesaran Allah SWT dan selalu membuat kita bersyukur kita masih bisa menghirup udara pagi yang sejuk disertai lukisan cahaya karya-Nya. Semoga kita selalu diberikan rahmat dan berkah dari-Nya.

the dancing flower
A good photograph is knowing where to stand. – Ansel Adams Continue reading
Tips & Trik D40
Banyak yang bertanya apakah D40 bisa menghasilkan gambar yang indah ? Jawabannya bisa ya bisa tidak. Tergantung dari bagaimana anda menggunakan dan memaksimalkan potensi yang ada. Karena menurut saya, D40 dengan kamera lainnya adalah sama saja. Tetapi anda memang harus menguasai kamera anda sendiri agar pada saat memotret kamera tidak menghalangi anda berkreasi. Kamera harus menjadi perpanjangan mata dan tangan anda. Tips – Tips di bawah ini mungkin akan membantu anda, khususnya pengguna D40 agar bisa digunakan dengan maksimal :) :
1. Percaya diri : Yakinlah bahwa D40 adalah kamera yang luar biasa ! Apakah anda sadar D40 really worth to be bought ? Dengan kualtitas body yang (saya pikir) lebih baik daripada merk lain yang sejenis dan kualitas gambar yang bisa diadu dengan saudara-nya (D80, D200 etc). Yakinlah pada diri anda bahwa anda-lah yang membuat gambar, bukan kamera! Continue reading
Tagged d40, Fotografi, nikon, tips, tips trik trick d40 nikon fotografi, trick, trik
41 Comments


