Mendaki Rinjani, Gunung Tercantik Indonesia

GUGUS – gugus awan di pulau Lombok terasa begitu dekat seakan hendak runtuh dari langit. Deru angin menemani langkah demi langkah saya menapaki salah satu tanah tertinggi di Indonesia ini.

Di kejauhan, terlihat Gunung Rinjani berdiri dengan kokohnya. Menjulang sepanjang setengah dari utara lombok, Gunung Rinjani (3726m), adalah gunung berapi tertinggi kedua Indonesia.

Awal perjalanan, pintu sembalun.

Rinjani memiliki nilai spiritiual bagi orang Hindu Bali dan suku sasak. Bagi orang bali, Rinjani adalah satu dari tiga gunung yang disucikan karena dianggap tempat tinggal para dewa, setelah Semeru dan Agung.

Saat mendekati pulau Lombok, saya sudah terpesona dengan keindahannya. An unspoiled Bali, kata sebagian orang. Beruntung saya mendapat penyebrangan pagi hari, sehingga bisa melihat matahari terbit di atas kapal. Saya juga sempat melewati tiga buah pulau Gili yang terkenal itu dari atas kapal. Disini, pesona keindahan lombok sudah mulai terasa.

Peta Rinjani. Jalur merah adalah rute naik, biru rute turun. Maps by lonely planet.

Sesampainya di Lombok, dan setelah melengkapi logistik di pasar Aikmel, saya menuju Desa Sembalun menggunakan truk pasir. Desa Sembalun merupakan salah satu jalur masuk ke Taman Nasional Gunung Rinjani. Saat perjalanan ke Sembalun, kami sempat berhenti di Bukit Tiga dara untuk menikmati matahari terbenam.

Bukit tiga dara

Rinjani bagaikan dunia lain, ucap kawan saya. Bagaimana tidak, sejak awal pendakian kami sudah disuguhi padang savana yang eksotis, hutan tropis yang mempesona, serta perbukitan yang luar biasa indah.

Ini baru awal, tetapi sudah sangat indah.

Masih di Bukit tiga Dara

Dari basecamp Sembalun ke pos satu dihiasi padang savana seperti bukit teletubbies, saya sedikit memotong jalan lewat hutan atas saran penduduk sekitar karena bisa menghemat dua jam. Sekitar pukul sebelas siang saya sampai di pos satu.  Tetapi yang namanya savana, jarang sekali terdapat pohon, maka saya pun tidak berlama-lama di pos ini karena sengatan matahari, tidak heran banyak yang menyebut Rinjani ‘gunung pantai’.

Savana Sembalun

Angin padang yang bertiup membuat ilalang-ilalang melambai bagai jutaan rajutan yang begitu indah. Ada eksotisme yang tidak terbantahkan disana.

Saya beruntung kabut mulai turun dan sedikit mengurangi sengatan matahari. Selama perjalanan, saya sering berpapasan dengan pendaki asing. Tidak heran, gunung Rinjani memang salah satu daya tarik wisata yang terkenal di mancanegara. Saya sempat berbincang dengan salah satu bule dan dia berkata, ‘Indonesia was really beautiful..’, saya hanya tersenyum dan berkata, ‘Indeed..’

Kabut menemani saat mendekati Plawangan Sembanlun

Sesaat sebelum matahari terbenam, saya sampai di pos tiga. Di tempat ini saya mendirikan tenda dan beristirahat untuk mempersiapkan pendakian keesokan harinya.

Namanya terdengar mengerikan. Bukit penyiksaan, adalah nama tempat yang kami lewati pada pendakian hari kedua. Perbukitan terjal ini memang membuat kami tersiksa karena tanjakan yang seakan tak pernah habis.

Disini kami sering menemukan puncak semu,  dari kejauhan seperti puncak bukit tetapi sebenarnya bukit-bukit berikutnya masih tertutup kabut.

Para pendaki Rinjani

Jalur alternatif adalah Bukit penyesalan, tanjakannya relatif lebih landai tapi jarak tempuh lebih lama. Tapi di sepanjang perjalanan hari itu, pemandangan sangat surreal. Sensasinya mirip berjalan di dunia khayal film science fiction.

Sesampainya di pos plawangan sembalun, awan sudah berada sejajar dengan kaki kami. Disini hawanya memang lain, sudah terasa benar-benar di alam liar, alam para petualang.

Bahkan saat angin berhembus pun terdengar jelas suaranya. Ahhh, rasanya saya ingin sekali melompat dan menari-nari di atas awan itu.

Plawangan Sembalun Sore Hari
Sunset ditemani bunga edelweiss dan awan dibawah kaki. Fantastis!
Indonesia memang luar biasa!


Plawangan sembalun adalah pos terakhir sebelum puncak, dengan ketinggian sekitar 2700 mdpl. Puncak Rinjani berada di ketinggian 3726 mdpl. Berarti masih ada sekitar satu km vertikal, saya jadi malas membayangkannya.

Bagaimanapun, saya akan summit attack pas jam 12 malam tepat. Sisa-sisa tenaga saya kumpulkan demi puncak rinjani. Daypack, headlamp, makanan kecil, P3K, air serta doa yang saya bawa. Target saya tepat saat subuh saya sudah di puncak dan mengambil foto sunrise dari sana.

Trek berpasir sangat menyulitkan pergerakan.

Jalur menuju puncak adalah pasir, mirip seperti di semeru. Jalur ini sangat mengerikan, kiri-kanan langsung jurang menganga lebar. Saya sangat setuju summit attack dimulai malam hari sehingga mental kita tidak jatuh duluan melihat jalurnya.

“Seorang pendaki sejatinya tidak sedang menaklukan pucuk-pucuk tertinggi yang menusuk ke langit, melainkan ia sedang menaklukan pucuk-pucuk tertinggi dirinya sendiri sebagai manusia” – unknown

Sebenarnya, saat tanjakan pasir terakhir saya sudah tidak kuat sama sekali. Ingin sekali turun kebawah. Tetapi saya selalu disemangati oleh pendaki lain,  yang bahkan saya tidak kenal. Teriakan-teriakan penyemangat mereka memberi kekuatan kepada saya. Bintang-bintang yang bertaburan di atas juga ikut menyemangati. Bayang-bayang orang yang saya sayangi juga tiba-tiba muncul memberikan kekuatannya.

Hampir Puncak

Break the limit. Itu kata-kata yang selalu ada di pikiran saya. Rinjani mengajarkan saya untuk selalu tidak menyerah dalam keadaan apapun. Langkah demi langkah saya jalani, walaupun terkadang kaki terjebak di pasir, yang hanya perlu saya lakukan hanyalah melangkah dan terus berdoa.

Dan… sayapun berada di Puncak Rinjani..

Puncak Rinjani!

Ingin menangis rasaya tapi malu hehe. Dari puncak 3726 meter di atas permukaan laut, saya bisa melihat semua sisi pulau lombok, bahkan pulau bali dan sumba!

Di kejauhan terlihat Gunung Agung di Bali berdiri dengan angkuhnya. Melihat kaldera rinjani dengan garis enam kilometer, saya merasa bagikan buih di lautan.

Setelah bersalaman dengan setiap orang di Puncak dan sedikit berfoto, saya harus segera turun karena puncak akan panas sekali dan persediaan air pun tinggal sedikit. Saat melihat jalur turun, saya sedikit merinding. Tetapi jika kita telah menemukan iramanya, kita bisa seperti bermain “ski pasir”, asalkan hati-hati jangan sampai terperosok ke jurang.

Sesampainya di plawangan kembali, saya beristirahat sebentar dan bersiap untuk turun ke Danau segara anak. Danau segara anak berada di ketinggian 1700 mdpl. Jalurnya cukup berbahaya, karena banyak sekali bebatuan dan pasir. Hati-hati berpijak disini. Saya berangkat terlalu sore sehingga saya terpaksa membuat camp di tengah jalan. Terlebih lagi ada teman saya yang kakinya cidera dan saya menemukan seorang bapak yang ketinggalan dari rombongannya, bapak ini tidak membawa senter!

Menuju Segara anak

Pagi hari kami melanjutkan ke Danau segara anak, sepanjang perjalanan kami disuguhi panorama yang eksotis. Bukit-bukit seperti zaman purbakala di hadapan kami. Imajinasi saya mengatakan kalo ada T-Rex disini pasti bagus.

Danau segara anak memberikan kejutan yang luar biasa, hot spring! Ahhh, rasanya nikmat sekali berendam di air panas setelah perjalanan yang melelahkan. Rinjani memang penuh dengan kejutan. Saya hampir berendam disana dua jam lebih ditemani sama monyet-monyet liar yang ingin mencuri makanan.

Memancing di Segara Anak. Ikannya besar-besar!

Yang paling saya tidak bisa lupakan dari Danau segara anak adalah pada saat sunset. Sulit melukiskannya dengan kata-kata. Sinar matahari sore menyinari pegunungan di sekitar segara anak. Saya merasa seperti bukan di Indonesia. Tetapi ini benar-benar Indonesia bung! Saya benar-benar cinta dengan Indonesia!

Semburat oranye di segara anak

Saat perjalanan pulang, terjadi sedikit insiden, kami kehabisan air. Entah mengapa sumber mata air di pos tiga dan pos dua jalur senaru semuanya kering. Padahal menurut informasi dari atas dan dari porter yang kami tanya, ada sumber air disana. Akhirnya kita ditolong tim yang sudah turun duluan, mereka membawakan air dan menunggu di pos satu.

Sesampainya di pintu gerbang desa senaru, hanya rasa syukur yang saya rasakan. Saya pun langsung menaiki truk untuk kembali ke kota Mataram. Setelah singgah semalam di rumah seorang rekan, esok harinya saya pun kembali ke Jakarta setelah mampir sebentar ke pantai Kuta.

Terima kasih Rinjani, terima kasih atas semua keindahan dan keajaibanmu, terima kasih telah memberikan keyakinan bahwa mimpi-mimpi itu memang dapat kita raih jika kita tidak tidak pernah menyerah, terima kasih buat teman-teman atas kehangatannya, terima kasih Tuhan telah mengizinkan saya melihat sedikit indahnya ciptaan-Mu.. Sampai bertemu lagi!

Comments

  1. Icha says

    Terharu ngebacanya, nice experience nice foto :D
    Pengen ngeliat bagian Indonesia yg ini :’)

        • Jelantik says

          agustus waktu paling ideal buat ngerasain dahsyatnya puncak rinjani, benerbener hal paling indah bisa mendaki gunung Rinjani

    • wiranurmansyah says

      tergantung naik apa hehe, kalo ngeteng mah 600 rb juga cukup. Kalo naik pesawat lain cerita haha.

      • ratna says

        200 rb dr Jogja..
        Estafet..
        Tu cm transport j sich,dan kLo bs nebeng” truk mgkn tmbah irit n dpet sensasi Lbih..
        Heeehee

  2. yoiyok says

    Subhanaallah…..indah skali ciptaan Allah, smoga tim SANDAL (Santri Dan Alam) libur lebaran tahun 2012 bisa nanjak ke Rinjani….

  3. says

    Mau ke rinjani di awal september. Perjuangan berat utk sampai puncak tapi terbayarkan dengan lukisan Ilahi. Doakan saya dan teman saya supaya bs merasakan yg mas rasakan juga..

  4. ary anggraeni says

    kereeen,, baru liaat yg inii…
    wira ini foto diatas semuanyaaaa no ediit..?
    apa ada yg editan…? :D
    sumpaaah I LOVE INDONESIA :)

  5. ary anggraeni says

    hhaha,,kayanya c ada deh.. tapi aku gak tau pasti.. :D
    pernah belajar dasar2 potografi cuma 1 semeter mata kulnya.. :))
    gak pahaam bgt..
    tapii emang ada yg di edit ga diantar semua pic itu..? :p

    • says

      gini loh mba, semua foto yang saya ambil itu pasti saya edit. Tapi diedit supaya sama mendekati aslinya pas difoto. Bukan ditambah-tambahin sesuatu gitu. Sama kayak kamera film dulu kan ada proses cuci, nah sama aja itu dengan editing ( post-processing) di digital.

      kira-kira gitu :)

  6. says

    And thanks for let me as Lombok People ya rabb…. :D Mantapp mas wira…catatannya mengesankan…..sma sperti yg saya rsakan 1 thun lalu mendaki keindahan di my beloved homeland bersama 3 tman Geladi ITTelkom-Mataram hehhe…. gut story dude…

  7. says

    Setuju dengan Wira. Kereeeen banget. saya pikir gak kalah dengan Jungfraujoch di Swiss – mirip tapi tanpa salju. disana kita naik kereta yang harganya mencekik, di Rinjani kita jalan kaki, lelaaaaaahnya gak ketulungan. aku udah 3 kali naik meskipun belum sampai puncak. 3x setiap lewat bukit penyesalan bener bener nyesel, tapi begitu liat danau di pelawangan Sembalun gak mau pulang. Setuju juga dengan Wira, ini kunjungan wajib buat orang Indonesia yang suka gunung. Malu dong dengan bule yang dateng jauuuuh dari negeri entah berantah hanya untuk naik Rinjani. 90 persen lebih penghuni home stay di sana adalah pendaki asing. Soal foto edit, mungkin aja dterangin dikit atau digelapin dikit. Foto-foto Wira cukup mewakili keindahan Rinjani tapi seeing is believing. aslinya lebih cantik dari fotonya. kalo baru pertama liat cuma bisa bengong bayangin ada tempat seindah Rinjani. walaupun udah 3 kali aku tetep bengong mengagumi. maunya aku naik terus sampai tua, mungkin dengan cucu-cucuku juga. seru kali ya. Good luck Wira! untuk yang belum pernah, Rinjani menunggumu

    • wiranurmansyah says

      Hello. It depends on your plan, how many days do you want to spend. Normally it tooks 2 days to reach the peak from sembalun. And the third day you can come back to senaru. Buat most of people take a rest in segara anak lake in third day, as it really beautiful.

  8. ayu arismawati says

    ngelap iler sepanjang baca artikel ini.. hihi.
    dan makin yakin kalo akan ke sana segeraaa. thanks for sharing mas :). salam

  9. ivansanniako says

    I Like this….
    boleh minta link download wat sountrack-sountrack yang ada di videonya bang ?
    Terima kasih sebelumnya.
    salam Lestari…..

  10. says

    Foto yg captionnya ‘Kabut menemani saat mendekati Plawangan Sembalun’ aku inget bgt tuh dibalik puncak bukit ini pendaki yg ngecamp di plawangan paling bawah menggunakannya buat ‘buang2′ mereka menyebutnya wc terindah di dunia,,haha bisa lihat danau,air terjun,jurang,sungai :))

  11. says

    Pernah ke rinjani juga, tapi gak sempet ke segara anak*, oiya, setuju banget kalo nyebut plawangan sembalun itu emang kayak dunia lain, itu tempat tereksotis yang pernah gw rasain…
    *utang yang harus dibayar

  12. says

    Selalu rindu tuk ksana lagi, apalagi liat fotonya yg bagus2. Waktu ksana belum zaman kamera digital, jadi fotonya terbatas banget… Izin share foto2nya ya. gan. Tks.

  13. shendy says

    keren,aku merinding bc ny,mata berkaca2,subhanallah takjub bgt.pngn bs naik gunung,tp takut,,hee,foto nya pke camera ap kak?

  14. echi says

    Artikelnya Keren bgt .. Berkaca2 saya bacanya.. Dan Rinjani udah jdi top list perjalanan saya selanjutnya, harus banyakin jogging dan ngumpulin tekad sebesar2nya .. Buat bisa k puncaknya .. :D

  15. Venny says

    Beberapa hari ini blogwalking selalu ketemu dengan gunung, saya jadi merinding sendiri deh.. saya bukan pecinta gunung.. kalau disuruh pilih, saya lebih pilih pantai. tapi sekarang saya mau 2-2nya! gambarnya bener2 bikin saya merinding lho.. thanks banget buat gambar dan tulisannya.

  16. says

    Makasih mas wira buat artikel dan foto2nya..saya mending baca blog ini drpd nntn tv nasional..#apalagimantanlaHtivi
    Bikin saya kembali cinta Indonesia…
    Suatu hari saya akan liat sendiri keindahannya, amin.

  17. says

    sy cuman mo bilang,,, RUGIIiiiii,,,, besar lok belum ke RINJANI,,, masak keduluan ma bulu-bule !!.. yg dilihat baru gambarnya,, lok aslinya jauh-jauuuh lebih indah lagi. thanks mas wira jd inget waktu k sana, jd pengen lagi,,lagi,,,dan lagiii!!!

  18. says

    Busyet daahh bikin mata berkaca-kaca baca ini.
    Mebayangkan pendakian saya tahun 2009 ke rinjani yang bisa di bilang kurang beruntung karena saat itu Gunung Baru Jari sedang aktif sehingga kami tidak diijinkan untuk turun ke danau ataupun ke puncak, yaah… akhirnya kami nge-camp di pelawangan. Yang sedikit menjadi penghibur adalah kami bisa menyaksikan semburan lahar dari Gunung Baru jari pada malam hari.
    semoga ada kesempatan lagi untuk ke Rinjani. Aamiin… saya rindu sekali.

  19. taufik says

    Blog ini sukses bikin gw kangen sama rinjani. Pendakian pertama gw dan langsung ke rinjani bener bener berkesan. Rinjani punya segalanya.

  20. adyh says

    SEMOGA KITA MASIH BISA BERTEMU DIWAKTU DAN PUNCAK YANG BERBEDA
    AMIN..
    BREAK THE LIMIT

    SALAM LESTARI
    :)

  21. Azis says

    Allohu Robby, sungguh indah sekali ! Tanks Ma Wira, atas catatannya ! Salut untuk Pulau Lombok dan Gunung Rinjaninya !

  22. Ricka says

    wuah subhanallah indah banget , perjuangan luar biasa dgn hasil yg ‘worth it’ , ijin bookmark websitenya y mas Wira (^o^)V

  23. Faisal 1992 says

    artikel yang sangat bagus mas wira…. saya jadi tertarik bgt semoga suatu saat bisa memijakan kaki di atas puncak rinjani dan mengagumi kuagungan Tuhan

  24. mumu says

    Nangis nggbaca nya :’) tunggu aku yaaaaaaa rinjaniii :*
    Semakin bulat tekad ku mau kesana

  25. says

    Subhanallah..
    Kpan sy di kasi izin buat kesna? Ampe pos 1 jg ndk apa”..

    #padahal asli lombok, lombok timur lagi..

  26. nena says

    Mas wira keren artikel n foto nya… mau tanya byk ttg mendaki, kontak kemana? Thx seblomnya,,,

    • says

      kontak saya maksudnya? ada di page about/kontak di menu atas. Atau lebih baik main-main ke Forum OANC(outdoor adventure & nature club) kaskus. Saya juga masih pemula soalnya :)

  27. Zozo says

    subhanallah …ga nyangka ini ada di Indonesiaa ^^
    pengen bangeeeeet tapii keburu takuut saat mendakiinya :(
    izin ortu juga sulit di dapat hmmmf

    *semoga ada mukjizat yang bisa mengantar saya ke sana :D

  28. says

    Tulisan dan photonya bikin kangen rinjani mas,
    padahal baru 2 bulan yg lalu kesana..
    jadi pengen daki lagi april depan :’)

  29. diamond says

    double wow…..buat mas wira
    mulai dari foto, penggambaran tulisan yg sgt amat luar biasa :)
    (Y) jadi pengen ke rinjani :)

  30. Jane says

    aaaakkk,,,mas Wira nih, tulisan dan foto2nya sukses bikin aku kangen pengen balik lagi ke Rinjani. gak akan kapok walopun sempet nangis2 waktu di trek pasirnya, mau nyerah untungnya tetap “maksain diri” dan berhasil muncak. yeay!

    :D :D

  31. b12oszem says

    Kira” dari Jakarta ke Rinjani abis berapa gan, Naik pesawat apa ngeteng neh dari Jakartanya..??? :D

    Btw butuh waktu berapa hari bwat pemula untuk bisa naik sampe Puncak Rinjani & Sedikit tips dari agannya.???

  32. yandes says

    Nicee… Saya InsyaAllah akhir Desember ini mau naik Rinjani bawak anak dan istri. Pake Guide n porter… Apakah aman bawak anak usia !3 dan 11 tahun (semua cewek) dan istri serta pada bulan desmeber Terima kasih

  33. loyta says

    Subhanallah, makin cinta sama Indonesia….
    meskipun gak pernah boleh naik gunung sama ortu, tapi baca artikel ini bikin makin pengen bisa naik gunung….
    fotonya bagus” … selelah apapun, ketika melihat bentangan alam yang begitu mempesona, lelah itupun sirna…. yang tersisa hanya kekaguman pada sang pencipta.

    thanks mas wira, udah berbagi keindahan alam INDONESIA

  34. Bhulblues Sinting says

    wahh , ini yg bareng kiberpas ye
    sayang gua nggak kena photo ama master satu ini :D….. Klik !

  35. Amri says

    keren mas, bkin tambah greget ke rinjani.
    masuk list pendakian kedua :D
    love you so much Indonesia :*

  36. says

    after reading a few blogposts from this awesome blog.. I’m stuck!! keren banget penulisan dan gambar2 nya bro!! nice to have found this! ^___^

  37. miur says

    saya bkn pendaki gunung atau pecinta pemandangan gunung.
    bagi saya gunung biasa saja,pantai dan laut lbh indah.
    namun, setelah liat fto dan text yg bersahabat ini anggapan saya tentang gunung salah!
    Rinjani Cantik, secantik namanya…

    aq blm prnh naik gunung,ap mgkn aq bs menyentuh rinjani ?

  38. Rizki says

    usul neh gan, kalo bisa ada keterangan / info mengenai settingan camera atas foto yang di ambil, semisal, merek camera, iso/aperture/shutter speed dlsb, lumayan membantu buat yg belajar photography

  39. says

    Subhanaallah….. Hanya bisa mengucap syukur melihat pemandangan indah seperti ini. Rinjani, salah satu mimpi saya untuk bisa menjejakan kaki di sana… :D
    Baru bisa melihat saja dari kejauhan ketika menapakan kaki di sumbawa awal 2012 lalu..

  40. ary says

    Rinjaniiiii….impian saya sesudah semeru…smoga tahun ini bisa kesampaian ke sana..thanks cerita dan foto2 nya mas…indah banget….

  41. says

    rinjani emang kereeeen ! saya aja 30 kali kesana ga pernah bosan :D…slalu ada cerita berbeda disetiap pendakian :)

    sayangnya, masih banyak pendaki yang ga peduli sama kebersihan dan melakukan vandalisme :(

  42. demetri says

    Enchanting. Dazzling. Dan Ka Wira berhasil membagi pesona keindahannya dengan foto2 yang menakjubkan. Aaa take me thereeeeee~

  43. rinny says

    keren bgtttt,rencanax akhir mei mo ke sana… mdh2an ngk ada halangan so bisa nikmati lsg Kkeindahan Rinjani:)

  44. keplek says

    sayangdulu masih musim hujan…..missed all view ,,,hanya kabut yg menemani, tapi aliran air amat mempesona dilereng” skitar danau,,,,view dari plawangan.
    postingannya mengingatkan kenangan 20han tahun silam,,,terimakasi.
    sayang anak blom ada yg suka mendaki, berharap dapat oleh” foto bagus sperti foto”nya ,,hehehehehehe

  45. niar says

    kalau kesana di tahun 2017, kira-kira pemandangannya masih sama seperti sekarang tidak ya ? hehe

  46. Ema says

    bacanya aja pengen nagis… jadi inget waktu ke semeru setiap langkah kaki baca doa terus..bukan karena kekuatan bisa sampe puncak tapi karena pertolongan Tuhan, jadi ga ada yang disombongin, pengen bengit ke rinjadi.. doakan ya teman..:)

  47. Ilhamislamirasya says

    Maha besar allah,. Yg menciptakan segala2nya,.
    Sampai tetes air mata bacanya,.
    Apalagi pas nyampek di puncak rinjani,. Tak bisa ku bayangkan??

  48. nisca says

    Merinding bacanya. Pengen banget kesana. Semoga terwujud.
    Keren sekali foto2nya. Beruntunglah udah pernah muncak disana :D

  49. puput rokhayati says

    Salam lestari mas wira,,sumpah kerenn banget,baru baca aja dah merinding,jadi tambah pengen kesana..moga agustus ini bisa terlaksana .amin

  50. says

    Wow, marvelous blog format! How lengthy have you ever been running a
    blog for? you make blogging glance easy. The full glance of your site is wonderful, let alone the content!

  51. says

    I’m curious to find out what blog platform you have been using?
    I’m experiencing some minor security issues with my latest website and I would like to find something more risk-free.
    Do you have any suggestions?

  52. carmelita says

    wow…. foto2 nya keren pemaparannya juga mantap, rencana ke rinjani bulan juni ini, mau tanya 4 hari cukup kah?

  53. says

    Nice Adventure mas. saya pertama kalinya mendaki Gunung langsung ke semeru, terasa begitu extreme tp sangat menyenangkan ketika hampir titik puncak mahameru.

  54. says

    Waaah, aku rencana 3bulan lagi ke sana, dan mentalku sudah terkikis duluan. Takut tidak bisa sampai puncak. Terlihat semacam sangat sulit, ya :(
    Btw, fotonya bagus2. Thanks buat info2 bergunanya :)

  55. Sajang Rinjani Trek says

    This article makes us even more proud to be born at the foot of Mount Rinjani, thank you very much

  56. says

    Salam lestari SEMETON wira..lukisan tuhan pada wajah ibu pertiwi terserlah di celah celah kabut rinjani, membawa sejuta kenang pada 12 tahun yang lalu,
    Pagi itu tepat 17 agustus ,rasa haru nan masbuk menjulang di hati , ktika kami di temani matahari pagi langit lombok menghaturkan hormat bendera kpd sang merah putih di puncak tertinggi rinjani .
    Menjadikan sebuah catatan paling indah yg akan kami ceritakan pada anak cucu kami kelak.
    Dan untuk kelestarian rinjani biar terjaga terus …hidupkan kembali program TAPAK RINJANI yg merupakan langkah kpedulian terhadap sampah di skiitar taman nasional rinjani..
    Slm lestari dari jauh..SISPALA SMUNDA & MAPALA UNRAM.

  57. s a l i n d u t says

    Wow!!! Tulisan dan gambar yg disuguhkan sukses bikin mata berkaca kaca, sukses bikin kulit sy merinding. Sy pendaki mas, sudah satu tahunan vakum karna semangat udah kalah sama capek. Tp begitu liat tulisan mas wira langsung greget lagi, apalagi ada foto foto keren yg menggoda untuk direalisasikan. Sukses terus mas wira, semoga saya nanti bisa nyusul menikmati dinginnya kabut dan panasnya terik rinjani..

  58. says

    Emejinggg

    Membantu sekali untuk bekal pendakian saya nanti
    Foto2 nya bikin merinding disko
    INDONESIA dan RINJANI memang luar biasaaaa

    Sukses dan salam kenal utk kang wira

  59. says

    tulisannya sederhana, tapi pesannya sampai.
    sedikit mewek rasanya ikut perjuangan wira. ditutup dengan video pula yg menyemangati ejie.

    do’a kan ejie semangat disana ya wiraaaaaa.. ^^

  60. obin says

    salut sm ente bro,jauh2 dateng buat nanjakin paku bumi nusantara,ane yg asli lombok aje baru sampe sembalun doang hahaha

  61. dewi nurafiah says

    semakin pengen cepet cepet kesana!! Insyaallah tgl. 12 agustus 2014 berangkat ke sana. thanks buat artikelnya bikin semangat

    :)

  62. robbie says

    sudah 12 thn vakum dr pendakian krn kerjaan dan keluarga, baca artikel ini sukses bikin hati ini makin menggebu pengen mendaki….. kangeennn beraatttt…..
    thanks for sharing…
    #I Love Indonesia

  63. wuel says

    Nice. Keren bangeeettttt..
    Pengen deh kesana.
    Kapan ya aku di ajak ke Lombok. Pengen mendaki sampai puncak Rinjani.
    Pengen deh nglewatin rintangan di trek berpasir itu.

  64. says

    Kata-kata ini keren.

    “Seorang pendaki sejatinya tidak sedang menaklukan pucuk-pucuk tertinggi yang menusuk ke langit, melainkan ia sedang menaklukan pucuk-pucuk tertinggi dirinya sendiri sebagai manusia”
    – unknown

  65. Putri says

    Subhanallah…
    keren bangetttt!!!! Takjub melihatnya…pengen kesanaaa segera, tahun depan! Aamiin ya Rabb…
    Semeru sudah merasakan, gantian merasakan sensasi alam di Rinjani.

    Salam Lestari!!! Wish me luck go there…Bismillah.

  66. chia pramana says

    info backpacker tour rinjani. transport. hostel. guide dan porter
    alan chia: 085237152345

  67. mahmud says

    Wah angkut pake truk pasir? Jadik kesana makan debu dong.. walah.. cape deh, mending pesen transport daripada pake angkutan desa kayak gitu?

  68. says

    Saya suka fotografi, saya suka rinjani. Baca tulisan ini bikin saya makin jatuh cinta sama Rinjani, Sama Indonesia, Sama Tuhan yang Ciptain seluruh isi alam semesta. Bikin nangis haru juga :’) ..
    Thanks, cerita pengalamannya.. Itu cukup bikin saya makin semangat mewujudkan mimpi saya untuk ada di atas Rinjani..

  69. reza says

    Kontennya keren-keren…..
    mas,ambil potonya pake slr kan ya? Pake filter apa di sana?

Trackbacks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mendaki Rinjani, Gunung Tercantik Indonesia

GUGUS – gugus awan di pulau Lombok terasa begitu dekat seakan hendak runtuh dari langit. Deru angin menemani langkah demi langkah saya menapaki salah satu tanah tertinggi di Indonesia ini.

Di kejauhan, terlihat Gunung Rinjani berdiri dengan kokohnya. Menjulang sepanjang setengah dari utara lombok, Gunung Rinjani (3726m), adalah gunung berapi tertinggi kedua Indonesia.

Awal perjalanan, pintu sembalun.

Rinjani memiliki nilai spiritiual bagi orang Hindu Bali dan suku sasak. Bagi orang bali, Rinjani adalah satu dari tiga gunung yang disucikan karena dianggap tempat tinggal para dewa, setelah Semeru dan Agung.

Saat mendekati pulau Lombok, saya sudah terpesona dengan keindahannya. An unspoiled Bali, kata sebagian orang. Beruntung saya mendapat penyebrangan pagi hari, sehingga bisa melihat matahari terbit di atas kapal. Saya juga sempat melewati tiga buah pulau Gili yang terkenal itu dari atas kapal. Disini, pesona keindahan lombok sudah mulai terasa.

Peta Rinjani. Jalur merah adalah rute naik, biru rute turun. Maps by lonely planet.

Sesampainya di Lombok, dan setelah melengkapi logistik di pasar Aikmel, saya menuju Desa Sembalun menggunakan truk pasir. Desa Sembalun merupakan salah satu jalur masuk ke Taman Nasional Gunung Rinjani. Saat perjalanan ke Sembalun, kami sempat berhenti di Bukit Tiga dara untuk menikmati matahari terbenam.

Bukit tiga dara

Rinjani bagaikan dunia lain, ucap kawan saya. Bagaimana tidak, sejak awal pendakian kami sudah disuguhi padang savana yang eksotis, hutan tropis yang mempesona, serta perbukitan yang luar biasa indah.

Ini baru awal, tetapi sudah sangat indah.

Masih di Bukit tiga Dara

Dari basecamp Sembalun ke pos satu dihiasi padang savana seperti bukit teletubbies, saya sedikit memotong jalan lewat hutan atas saran penduduk sekitar karena bisa menghemat dua jam. Sekitar pukul sebelas siang saya sampai di pos satu.  Tetapi yang namanya savana, jarang sekali terdapat pohon, maka saya pun tidak berlama-lama di pos ini karena sengatan matahari, tidak heran banyak yang menyebut Rinjani ‘gunung pantai’.

Savana Sembalun

Angin padang yang bertiup membuat ilalang-ilalang melambai bagai jutaan rajutan yang begitu indah. Ada eksotisme yang tidak terbantahkan disana.

Saya beruntung kabut mulai turun dan sedikit mengurangi sengatan matahari. Selama perjalanan, saya sering berpapasan dengan pendaki asing. Tidak heran, gunung Rinjani memang salah satu daya tarik wisata yang terkenal di mancanegara. Saya sempat berbincang dengan salah satu bule dan dia berkata, ‘Indonesia was really beautiful..’, saya hanya tersenyum dan berkata, ‘Indeed..’

Kabut menemani saat mendekati Plawangan Sembanlun

Sesaat sebelum matahari terbenam, saya sampai di pos tiga. Di tempat ini saya mendirikan tenda dan beristirahat untuk mempersiapkan pendakian keesokan harinya.

Namanya terdengar mengerikan. Bukit penyiksaan, adalah nama tempat yang kami lewati pada pendakian hari kedua. Perbukitan terjal ini memang membuat kami tersiksa karena tanjakan yang seakan tak pernah habis.

Disini kami sering menemukan puncak semu,  dari kejauhan seperti puncak bukit tetapi sebenarnya bukit-bukit berikutnya masih tertutup kabut.

Para pendaki Rinjani

Jalur alternatif adalah Bukit penyesalan, tanjakannya relatif lebih landai tapi jarak tempuh lebih lama. Tapi di sepanjang perjalanan hari itu, pemandangan sangat surreal. Sensasinya mirip berjalan di dunia khayal film science fiction.

Sesampainya di pos plawangan sembalun, awan sudah berada sejajar dengan kaki kami. Disini hawanya memang lain, sudah terasa benar-benar di alam liar, alam para petualang.

Bahkan saat angin berhembus pun terdengar jelas suaranya. Ahhh, rasanya saya ingin sekali melompat dan menari-nari di atas awan itu.

Plawangan Sembalun Sore Hari
Sunset ditemani bunga edelweiss dan awan dibawah kaki. Fantastis!
Indonesia memang luar biasa!


Plawangan sembalun adalah pos terakhir sebelum puncak, dengan ketinggian sekitar 2700 mdpl. Puncak Rinjani berada di ketinggian 3726 mdpl. Berarti masih ada sekitar satu km vertikal, saya jadi malas membayangkannya.

Bagaimanapun, saya akan summit attack pas jam 12 malam tepat. Sisa-sisa tenaga saya kumpulkan demi puncak rinjani. Daypack, headlamp, makanan kecil, P3K, air serta doa yang saya bawa. Target saya tepat saat subuh saya sudah di puncak dan mengambil foto sunrise dari sana.

Trek berpasir sangat menyulitkan pergerakan.

Jalur menuju puncak adalah pasir, mirip seperti di semeru. Jalur ini sangat mengerikan, kiri-kanan langsung jurang menganga lebar. Saya sangat setuju summit attack dimulai malam hari sehingga mental kita tidak jatuh duluan melihat jalurnya.

“Seorang pendaki sejatinya tidak sedang menaklukan pucuk-pucuk tertinggi yang menusuk ke langit, melainkan ia sedang menaklukan pucuk-pucuk tertinggi dirinya sendiri sebagai manusia” – unknown

Sebenarnya, saat tanjakan pasir terakhir saya sudah tidak kuat sama sekali. Ingin sekali turun kebawah. Tetapi saya selalu disemangati oleh pendaki lain,  yang bahkan saya tidak kenal. Teriakan-teriakan penyemangat mereka memberi kekuatan kepada saya. Bintang-bintang yang bertaburan di atas juga ikut menyemangati. Bayang-bayang orang yang saya sayangi juga tiba-tiba muncul memberikan kekuatannya.

Hampir Puncak

Break the limit. Itu kata-kata yang selalu ada di pikiran saya. Rinjani mengajarkan saya untuk selalu tidak menyerah dalam keadaan apapun. Langkah demi langkah saya jalani, walaupun terkadang kaki terjebak di pasir, yang hanya perlu saya lakukan hanyalah melangkah dan terus berdoa.

Dan… sayapun berada di Puncak Rinjani..

Puncak Rinjani!

Ingin menangis rasaya tapi malu hehe. Dari puncak 3726 meter di atas permukaan laut, saya bisa melihat semua sisi pulau lombok, bahkan pulau bali dan sumba!

Di kejauhan terlihat Gunung Agung di Bali berdiri dengan angkuhnya. Melihat kaldera rinjani dengan garis enam kilometer, saya merasa bagikan buih di lautan.

Setelah bersalaman dengan setiap orang di Puncak dan sedikit berfoto, saya harus segera turun karena puncak akan panas sekali dan persediaan air pun tinggal sedikit. Saat melihat jalur turun, saya sedikit merinding. Tetapi jika kita telah menemukan iramanya, kita bisa seperti bermain “ski pasir”, asalkan hati-hati jangan sampai terperosok ke jurang.

Sesampainya di plawangan kembali, saya beristirahat sebentar dan bersiap untuk turun ke Danau segara anak. Danau segara anak berada di ketinggian 1700 mdpl. Jalurnya cukup berbahaya, karena banyak sekali bebatuan dan pasir. Hati-hati berpijak disini. Saya berangkat terlalu sore sehingga saya terpaksa membuat camp di tengah jalan. Terlebih lagi ada teman saya yang kakinya cidera dan saya menemukan seorang bapak yang ketinggalan dari rombongannya, bapak ini tidak membawa senter!

Menuju Segara anak

Pagi hari kami melanjutkan ke Danau segara anak, sepanjang perjalanan kami disuguhi panorama yang eksotis. Bukit-bukit seperti zaman purbakala di hadapan kami. Imajinasi saya mengatakan kalo ada T-Rex disini pasti bagus.

Danau segara anak memberikan kejutan yang luar biasa, hot spring! Ahhh, rasanya nikmat sekali berendam di air panas setelah perjalanan yang melelahkan. Rinjani memang penuh dengan kejutan. Saya hampir berendam disana dua jam lebih ditemani sama monyet-monyet liar yang ingin mencuri makanan.

Memancing di Segara Anak. Ikannya besar-besar!

Yang paling saya tidak bisa lupakan dari Danau segara anak adalah pada saat sunset. Sulit melukiskannya dengan kata-kata. Sinar matahari sore menyinari pegunungan di sekitar segara anak. Saya merasa seperti bukan di Indonesia. Tetapi ini benar-benar Indonesia bung! Saya benar-benar cinta dengan Indonesia!

Semburat oranye di segara anak

Saat perjalanan pulang, terjadi sedikit insiden, kami kehabisan air. Entah mengapa sumber mata air di pos tiga dan pos dua jalur senaru semuanya kering. Padahal menurut informasi dari atas dan dari porter yang kami tanya, ada sumber air disana. Akhirnya kita ditolong tim yang sudah turun duluan, mereka membawakan air dan menunggu di pos satu.

Sesampainya di pintu gerbang desa senaru, hanya rasa syukur yang saya rasakan. Saya pun langsung menaiki truk untuk kembali ke kota Mataram. Setelah singgah semalam di rumah seorang rekan, esok harinya saya pun kembali ke Jakarta setelah mampir sebentar ke pantai Kuta.

Terima kasih Rinjani, terima kasih atas semua keindahan dan keajaibanmu, terima kasih telah memberikan keyakinan bahwa mimpi-mimpi itu memang dapat kita raih jika kita tidak tidak pernah menyerah, terima kasih buat teman-teman atas kehangatannya, terima kasih Tuhan telah mengizinkan saya melihat sedikit indahnya ciptaan-Mu.. Sampai bertemu lagi!

Comments

  1. Icha says

    Terharu ngebacanya, nice experience nice foto :D
    Pengen ngeliat bagian Indonesia yg ini :’)

        • Jelantik says

          agustus waktu paling ideal buat ngerasain dahsyatnya puncak rinjani, benerbener hal paling indah bisa mendaki gunung Rinjani

    • wiranurmansyah says

      tergantung naik apa hehe, kalo ngeteng mah 600 rb juga cukup. Kalo naik pesawat lain cerita haha.

      • ratna says

        200 rb dr Jogja..
        Estafet..
        Tu cm transport j sich,dan kLo bs nebeng” truk mgkn tmbah irit n dpet sensasi Lbih..
        Heeehee

  2. yoiyok says

    Subhanaallah…..indah skali ciptaan Allah, smoga tim SANDAL (Santri Dan Alam) libur lebaran tahun 2012 bisa nanjak ke Rinjani….

  3. says

    Mau ke rinjani di awal september. Perjuangan berat utk sampai puncak tapi terbayarkan dengan lukisan Ilahi. Doakan saya dan teman saya supaya bs merasakan yg mas rasakan juga..

  4. ary anggraeni says

    kereeen,, baru liaat yg inii…
    wira ini foto diatas semuanyaaaa no ediit..?
    apa ada yg editan…? :D
    sumpaaah I LOVE INDONESIA :)

  5. ary anggraeni says

    hhaha,,kayanya c ada deh.. tapi aku gak tau pasti.. :D
    pernah belajar dasar2 potografi cuma 1 semeter mata kulnya.. :))
    gak pahaam bgt..
    tapii emang ada yg di edit ga diantar semua pic itu..? :p

    • says

      gini loh mba, semua foto yang saya ambil itu pasti saya edit. Tapi diedit supaya sama mendekati aslinya pas difoto. Bukan ditambah-tambahin sesuatu gitu. Sama kayak kamera film dulu kan ada proses cuci, nah sama aja itu dengan editing ( post-processing) di digital.

      kira-kira gitu :)

  6. says

    And thanks for let me as Lombok People ya rabb…. :D Mantapp mas wira…catatannya mengesankan…..sma sperti yg saya rsakan 1 thun lalu mendaki keindahan di my beloved homeland bersama 3 tman Geladi ITTelkom-Mataram hehhe…. gut story dude…

  7. says

    Setuju dengan Wira. Kereeeen banget. saya pikir gak kalah dengan Jungfraujoch di Swiss – mirip tapi tanpa salju. disana kita naik kereta yang harganya mencekik, di Rinjani kita jalan kaki, lelaaaaaahnya gak ketulungan. aku udah 3 kali naik meskipun belum sampai puncak. 3x setiap lewat bukit penyesalan bener bener nyesel, tapi begitu liat danau di pelawangan Sembalun gak mau pulang. Setuju juga dengan Wira, ini kunjungan wajib buat orang Indonesia yang suka gunung. Malu dong dengan bule yang dateng jauuuuh dari negeri entah berantah hanya untuk naik Rinjani. 90 persen lebih penghuni home stay di sana adalah pendaki asing. Soal foto edit, mungkin aja dterangin dikit atau digelapin dikit. Foto-foto Wira cukup mewakili keindahan Rinjani tapi seeing is believing. aslinya lebih cantik dari fotonya. kalo baru pertama liat cuma bisa bengong bayangin ada tempat seindah Rinjani. walaupun udah 3 kali aku tetep bengong mengagumi. maunya aku naik terus sampai tua, mungkin dengan cucu-cucuku juga. seru kali ya. Good luck Wira! untuk yang belum pernah, Rinjani menunggumu

    • wiranurmansyah says

      Hello. It depends on your plan, how many days do you want to spend. Normally it tooks 2 days to reach the peak from sembalun. And the third day you can come back to senaru. Buat most of people take a rest in segara anak lake in third day, as it really beautiful.

  8. ayu arismawati says

    ngelap iler sepanjang baca artikel ini.. hihi.
    dan makin yakin kalo akan ke sana segeraaa. thanks for sharing mas :). salam

  9. ivansanniako says

    I Like this….
    boleh minta link download wat sountrack-sountrack yang ada di videonya bang ?
    Terima kasih sebelumnya.
    salam Lestari…..

  10. says

    Foto yg captionnya ‘Kabut menemani saat mendekati Plawangan Sembalun’ aku inget bgt tuh dibalik puncak bukit ini pendaki yg ngecamp di plawangan paling bawah menggunakannya buat ‘buang2′ mereka menyebutnya wc terindah di dunia,,haha bisa lihat danau,air terjun,jurang,sungai :))

  11. says

    Pernah ke rinjani juga, tapi gak sempet ke segara anak*, oiya, setuju banget kalo nyebut plawangan sembalun itu emang kayak dunia lain, itu tempat tereksotis yang pernah gw rasain…
    *utang yang harus dibayar

  12. says

    Selalu rindu tuk ksana lagi, apalagi liat fotonya yg bagus2. Waktu ksana belum zaman kamera digital, jadi fotonya terbatas banget… Izin share foto2nya ya. gan. Tks.

  13. shendy says

    keren,aku merinding bc ny,mata berkaca2,subhanallah takjub bgt.pngn bs naik gunung,tp takut,,hee,foto nya pke camera ap kak?

  14. echi says

    Artikelnya Keren bgt .. Berkaca2 saya bacanya.. Dan Rinjani udah jdi top list perjalanan saya selanjutnya, harus banyakin jogging dan ngumpulin tekad sebesar2nya .. Buat bisa k puncaknya .. :D

  15. Venny says

    Beberapa hari ini blogwalking selalu ketemu dengan gunung, saya jadi merinding sendiri deh.. saya bukan pecinta gunung.. kalau disuruh pilih, saya lebih pilih pantai. tapi sekarang saya mau 2-2nya! gambarnya bener2 bikin saya merinding lho.. thanks banget buat gambar dan tulisannya.

  16. says

    Makasih mas wira buat artikel dan foto2nya..saya mending baca blog ini drpd nntn tv nasional..#apalagimantanlaHtivi
    Bikin saya kembali cinta Indonesia…
    Suatu hari saya akan liat sendiri keindahannya, amin.

  17. says

    sy cuman mo bilang,,, RUGIIiiiii,,,, besar lok belum ke RINJANI,,, masak keduluan ma bulu-bule !!.. yg dilihat baru gambarnya,, lok aslinya jauh-jauuuh lebih indah lagi. thanks mas wira jd inget waktu k sana, jd pengen lagi,,lagi,,,dan lagiii!!!

  18. says

    Busyet daahh bikin mata berkaca-kaca baca ini.
    Mebayangkan pendakian saya tahun 2009 ke rinjani yang bisa di bilang kurang beruntung karena saat itu Gunung Baru Jari sedang aktif sehingga kami tidak diijinkan untuk turun ke danau ataupun ke puncak, yaah… akhirnya kami nge-camp di pelawangan. Yang sedikit menjadi penghibur adalah kami bisa menyaksikan semburan lahar dari Gunung Baru jari pada malam hari.
    semoga ada kesempatan lagi untuk ke Rinjani. Aamiin… saya rindu sekali.

  19. taufik says

    Blog ini sukses bikin gw kangen sama rinjani. Pendakian pertama gw dan langsung ke rinjani bener bener berkesan. Rinjani punya segalanya.

  20. adyh says

    SEMOGA KITA MASIH BISA BERTEMU DIWAKTU DAN PUNCAK YANG BERBEDA
    AMIN..
    BREAK THE LIMIT

    SALAM LESTARI
    :)

  21. Azis says

    Allohu Robby, sungguh indah sekali ! Tanks Ma Wira, atas catatannya ! Salut untuk Pulau Lombok dan Gunung Rinjaninya !

  22. Ricka says

    wuah subhanallah indah banget , perjuangan luar biasa dgn hasil yg ‘worth it’ , ijin bookmark websitenya y mas Wira (^o^)V

  23. Faisal 1992 says

    artikel yang sangat bagus mas wira…. saya jadi tertarik bgt semoga suatu saat bisa memijakan kaki di atas puncak rinjani dan mengagumi kuagungan Tuhan

  24. mumu says

    Nangis nggbaca nya :’) tunggu aku yaaaaaaa rinjaniii :*
    Semakin bulat tekad ku mau kesana

  25. says

    Subhanallah..
    Kpan sy di kasi izin buat kesna? Ampe pos 1 jg ndk apa”..

    #padahal asli lombok, lombok timur lagi..

  26. nena says

    Mas wira keren artikel n foto nya… mau tanya byk ttg mendaki, kontak kemana? Thx seblomnya,,,

    • says

      kontak saya maksudnya? ada di page about/kontak di menu atas. Atau lebih baik main-main ke Forum OANC(outdoor adventure & nature club) kaskus. Saya juga masih pemula soalnya :)

  27. Zozo says

    subhanallah …ga nyangka ini ada di Indonesiaa ^^
    pengen bangeeeeet tapii keburu takuut saat mendakiinya :(
    izin ortu juga sulit di dapat hmmmf

    *semoga ada mukjizat yang bisa mengantar saya ke sana :D

  28. says

    Tulisan dan photonya bikin kangen rinjani mas,
    padahal baru 2 bulan yg lalu kesana..
    jadi pengen daki lagi april depan :’)

  29. diamond says

    double wow…..buat mas wira
    mulai dari foto, penggambaran tulisan yg sgt amat luar biasa :)
    (Y) jadi pengen ke rinjani :)

  30. Jane says

    aaaakkk,,,mas Wira nih, tulisan dan foto2nya sukses bikin aku kangen pengen balik lagi ke Rinjani. gak akan kapok walopun sempet nangis2 waktu di trek pasirnya, mau nyerah untungnya tetap “maksain diri” dan berhasil muncak. yeay!

    :D :D

  31. b12oszem says

    Kira” dari Jakarta ke Rinjani abis berapa gan, Naik pesawat apa ngeteng neh dari Jakartanya..??? :D

    Btw butuh waktu berapa hari bwat pemula untuk bisa naik sampe Puncak Rinjani & Sedikit tips dari agannya.???

  32. yandes says

    Nicee… Saya InsyaAllah akhir Desember ini mau naik Rinjani bawak anak dan istri. Pake Guide n porter… Apakah aman bawak anak usia !3 dan 11 tahun (semua cewek) dan istri serta pada bulan desmeber Terima kasih

  33. loyta says

    Subhanallah, makin cinta sama Indonesia….
    meskipun gak pernah boleh naik gunung sama ortu, tapi baca artikel ini bikin makin pengen bisa naik gunung….
    fotonya bagus” … selelah apapun, ketika melihat bentangan alam yang begitu mempesona, lelah itupun sirna…. yang tersisa hanya kekaguman pada sang pencipta.

    thanks mas wira, udah berbagi keindahan alam INDONESIA

  34. Bhulblues Sinting says

    wahh , ini yg bareng kiberpas ye
    sayang gua nggak kena photo ama master satu ini :D….. Klik !

  35. Amri says

    keren mas, bkin tambah greget ke rinjani.
    masuk list pendakian kedua :D
    love you so much Indonesia :*

  36. says

    after reading a few blogposts from this awesome blog.. I’m stuck!! keren banget penulisan dan gambar2 nya bro!! nice to have found this! ^___^

  37. miur says

    saya bkn pendaki gunung atau pecinta pemandangan gunung.
    bagi saya gunung biasa saja,pantai dan laut lbh indah.
    namun, setelah liat fto dan text yg bersahabat ini anggapan saya tentang gunung salah!
    Rinjani Cantik, secantik namanya…

    aq blm prnh naik gunung,ap mgkn aq bs menyentuh rinjani ?

  38. Rizki says

    usul neh gan, kalo bisa ada keterangan / info mengenai settingan camera atas foto yang di ambil, semisal, merek camera, iso/aperture/shutter speed dlsb, lumayan membantu buat yg belajar photography

  39. says

    Subhanaallah….. Hanya bisa mengucap syukur melihat pemandangan indah seperti ini. Rinjani, salah satu mimpi saya untuk bisa menjejakan kaki di sana… :D
    Baru bisa melihat saja dari kejauhan ketika menapakan kaki di sumbawa awal 2012 lalu..

  40. ary says

    Rinjaniiiii….impian saya sesudah semeru…smoga tahun ini bisa kesampaian ke sana..thanks cerita dan foto2 nya mas…indah banget….

  41. says

    rinjani emang kereeeen ! saya aja 30 kali kesana ga pernah bosan :D…slalu ada cerita berbeda disetiap pendakian :)

    sayangnya, masih banyak pendaki yang ga peduli sama kebersihan dan melakukan vandalisme :(

  42. demetri says

    Enchanting. Dazzling. Dan Ka Wira berhasil membagi pesona keindahannya dengan foto2 yang menakjubkan. Aaa take me thereeeeee~

  43. rinny says

    keren bgtttt,rencanax akhir mei mo ke sana… mdh2an ngk ada halangan so bisa nikmati lsg Kkeindahan Rinjani:)

  44. keplek says

    sayangdulu masih musim hujan…..missed all view ,,,hanya kabut yg menemani, tapi aliran air amat mempesona dilereng” skitar danau,,,,view dari plawangan.
    postingannya mengingatkan kenangan 20han tahun silam,,,terimakasi.
    sayang anak blom ada yg suka mendaki, berharap dapat oleh” foto bagus sperti foto”nya ,,hehehehehehe

  45. niar says

    kalau kesana di tahun 2017, kira-kira pemandangannya masih sama seperti sekarang tidak ya ? hehe

  46. Ema says

    bacanya aja pengen nagis… jadi inget waktu ke semeru setiap langkah kaki baca doa terus..bukan karena kekuatan bisa sampe puncak tapi karena pertolongan Tuhan, jadi ga ada yang disombongin, pengen bengit ke rinjadi.. doakan ya teman..:)

  47. Ilhamislamirasya says

    Maha besar allah,. Yg menciptakan segala2nya,.
    Sampai tetes air mata bacanya,.
    Apalagi pas nyampek di puncak rinjani,. Tak bisa ku bayangkan??

  48. nisca says

    Merinding bacanya. Pengen banget kesana. Semoga terwujud.
    Keren sekali foto2nya. Beruntunglah udah pernah muncak disana :D

  49. puput rokhayati says

    Salam lestari mas wira,,sumpah kerenn banget,baru baca aja dah merinding,jadi tambah pengen kesana..moga agustus ini bisa terlaksana .amin

  50. says

    Wow, marvelous blog format! How lengthy have you ever been running a
    blog for? you make blogging glance easy. The full glance of your site is wonderful, let alone the content!

  51. says

    I’m curious to find out what blog platform you have been using?
    I’m experiencing some minor security issues with my latest website and I would like to find something more risk-free.
    Do you have any suggestions?

  52. carmelita says

    wow…. foto2 nya keren pemaparannya juga mantap, rencana ke rinjani bulan juni ini, mau tanya 4 hari cukup kah?

  53. says

    Nice Adventure mas. saya pertama kalinya mendaki Gunung langsung ke semeru, terasa begitu extreme tp sangat menyenangkan ketika hampir titik puncak mahameru.

  54. says

    Waaah, aku rencana 3bulan lagi ke sana, dan mentalku sudah terkikis duluan. Takut tidak bisa sampai puncak. Terlihat semacam sangat sulit, ya :(
    Btw, fotonya bagus2. Thanks buat info2 bergunanya :)

  55. Sajang Rinjani Trek says

    This article makes us even more proud to be born at the foot of Mount Rinjani, thank you very much

  56. says

    Salam lestari SEMETON wira..lukisan tuhan pada wajah ibu pertiwi terserlah di celah celah kabut rinjani, membawa sejuta kenang pada 12 tahun yang lalu,
    Pagi itu tepat 17 agustus ,rasa haru nan masbuk menjulang di hati , ktika kami di temani matahari pagi langit lombok menghaturkan hormat bendera kpd sang merah putih di puncak tertinggi rinjani .
    Menjadikan sebuah catatan paling indah yg akan kami ceritakan pada anak cucu kami kelak.
    Dan untuk kelestarian rinjani biar terjaga terus …hidupkan kembali program TAPAK RINJANI yg merupakan langkah kpedulian terhadap sampah di skiitar taman nasional rinjani..
    Slm lestari dari jauh..SISPALA SMUNDA & MAPALA UNRAM.

  57. s a l i n d u t says

    Wow!!! Tulisan dan gambar yg disuguhkan sukses bikin mata berkaca kaca, sukses bikin kulit sy merinding. Sy pendaki mas, sudah satu tahunan vakum karna semangat udah kalah sama capek. Tp begitu liat tulisan mas wira langsung greget lagi, apalagi ada foto foto keren yg menggoda untuk direalisasikan. Sukses terus mas wira, semoga saya nanti bisa nyusul menikmati dinginnya kabut dan panasnya terik rinjani..

  58. says

    Emejinggg

    Membantu sekali untuk bekal pendakian saya nanti
    Foto2 nya bikin merinding disko
    INDONESIA dan RINJANI memang luar biasaaaa

    Sukses dan salam kenal utk kang wira

  59. says

    tulisannya sederhana, tapi pesannya sampai.
    sedikit mewek rasanya ikut perjuangan wira. ditutup dengan video pula yg menyemangati ejie.

    do’a kan ejie semangat disana ya wiraaaaaa.. ^^

  60. obin says

    salut sm ente bro,jauh2 dateng buat nanjakin paku bumi nusantara,ane yg asli lombok aje baru sampe sembalun doang hahaha

  61. dewi nurafiah says

    semakin pengen cepet cepet kesana!! Insyaallah tgl. 12 agustus 2014 berangkat ke sana. thanks buat artikelnya bikin semangat

    :)

  62. robbie says

    sudah 12 thn vakum dr pendakian krn kerjaan dan keluarga, baca artikel ini sukses bikin hati ini makin menggebu pengen mendaki….. kangeennn beraatttt…..
    thanks for sharing…
    #I Love Indonesia

  63. wuel says

    Nice. Keren bangeeettttt..
    Pengen deh kesana.
    Kapan ya aku di ajak ke Lombok. Pengen mendaki sampai puncak Rinjani.
    Pengen deh nglewatin rintangan di trek berpasir itu.

  64. says

    Kata-kata ini keren.

    “Seorang pendaki sejatinya tidak sedang menaklukan pucuk-pucuk tertinggi yang menusuk ke langit, melainkan ia sedang menaklukan pucuk-pucuk tertinggi dirinya sendiri sebagai manusia”
    – unknown

  65. Putri says

    Subhanallah…
    keren bangetttt!!!! Takjub melihatnya…pengen kesanaaa segera, tahun depan! Aamiin ya Rabb…
    Semeru sudah merasakan, gantian merasakan sensasi alam di Rinjani.

    Salam Lestari!!! Wish me luck go there…Bismillah.

  66. chia pramana says

    info backpacker tour rinjani. transport. hostel. guide dan porter
    alan chia: 085237152345

  67. mahmud says

    Wah angkut pake truk pasir? Jadik kesana makan debu dong.. walah.. cape deh, mending pesen transport daripada pake angkutan desa kayak gitu?

  68. says

    Saya suka fotografi, saya suka rinjani. Baca tulisan ini bikin saya makin jatuh cinta sama Rinjani, Sama Indonesia, Sama Tuhan yang Ciptain seluruh isi alam semesta. Bikin nangis haru juga :’) ..
    Thanks, cerita pengalamannya.. Itu cukup bikin saya makin semangat mewujudkan mimpi saya untuk ada di atas Rinjani..

  69. reza says

    Kontennya keren-keren…..
    mas,ambil potonya pake slr kan ya? Pake filter apa di sana?

Trackbacks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *