Seri Tips Fotografi Landscape : Komposisi

Kunci mendapatkan foto landscape yang sukses adalah peletakan elemen yang tepat. Semua elemen harus saling mengisi, tidak saling bertabrakan. Dengan kata lain, memiliki keseimbangan.

Karena sama halnya dengan komposisi dalam musik,  walapun banyak instrumen yang berbunyi, tetapi terdengar saling bersahutan dan saling mengisi satu sama lain.

Intinya, carilah harmoni dari komposisi.

Morning at arches

Kemudian, usahakan selalu ada foreground untuk menambah daya tarik foto landscape kita. Foreground yang kuat akan membantu mata pemirsa foto untuk menjelajahi seluruh bagian foto, apakah itu mid-ground atau pun background.

Medieval dawn

Masih ingat rule of third? Aturan klasik ini mengatakan bahwa jika kita membagi frame menjadi 9 buah persegi, maka objek yang diletakan di perpotongan garis akan menjadi lebih menarik.

Garis bayangan ini juga bagus untuk peletakan garis horizon yang membelah langit dengan bagian bawahnya.

Sentinel

Tetapi, aturan memang terkadang dibuat untuk dilanggar, jika kita menginkan porsi langit 50:50 dengan daratan, tidak ada salahnya untuk dicoba. Malah terkadang untuk foto yang terdapat elemen refleksi di dalamnya, komposisi 50:50 terlihat lebih menarik menurut saya.

twin light

Komposisi akan sangat berpengaruh pada kekuatan foto landscape kita. Jadi, jangan tergesa-gesa ketika mengambil gambar. Perhatikan baik-baik peletakan elemen dalam foto.

Seperti pada foto dibawah, saya mengganti-ganti posisi si kayu agar dia terlihat lebih dinamis, sampai saya puas dengan kombinasi elemen lainnya.

Song of tide

Berikutnya, subject dan point of interest …to be continued

5 Manfaat motret Landscape

Buat sebagian orang, memotret landscape tentu sangat menyenangkan. Tetapi buat sebagian yang lain, bisa menjadi sangat sulit dan membuat frustasi. Tapi sebenernya apa sih manfaat kita motret landscape? Well, mari kita lihat !

1. Menjadi sehat

Memotret landscape adalah kata lain dari bangun pagi. Setelah kita bangun pagi, langsung deh kita olahraga. Lho, kok olahraga? Iya, kan kita mengejar matahari (cailah..). Kalau tidak buru-buru nanti kesiangan terus fotonya gak bagus lagi. Kan otomoatis kita bakal lari ke spot yang kita mau foto. Tapi jangan naik motor ya, itu mah sama aja. Coba jalan kaki atau naik sepeda.

Continue reading

Bagaimana cahaya terbaik untuk fotografi Landscape?

Tentunya kita sudah tahu bahwa cahaya terbaik untuk memotret landsacpe adalah pada saat pagi hari atau sore hari. Tetapi, cahaya yang seperti apa sih yang bisa membuat foto kita ‘juara’ ?

Mari saya klasifikasikan tipe cahaya terlebih dahulu :

  • Cahaya keras (hard light)
  • Cahaya lembut (soft light)

Hard light umumnya terjadi pada siang hari, atau hari menjelang siang saat awan-awan tidak ada. Sumber cahaya kita satu-satunya adalah matahari. Hard light akan terjadi jika sumber cahayanya relatif lebih kecil dibandingkan dengan subjeknya. Matahari adalah satu-satunya sumber cahaya kita yang sangat besar. Tetapi karena sangat jauh, ia menjadi relatif lebih kecil daripada kita. Sehingga yang dihasilkan adalah cahaya yang keras dengan kontras yang tinggi.

Soft light kebalikan dari hard light, cahayanya lembut serta berkontras rendah. Softlight biasa terjadi saat hari berawan. Kenapa? Karena sinar matahari akan tertutup awan dan akan menyebarkan cahaya ke seluruh permukaan awan. Sehingga yang terjadi awan menjadi sumber cahaya yang relatif lebih besar dan dekat terhadap kita.

Oke setelah mengetahui tipe cahaya, sekarang pertanyaannya adalah : what’s the best light for landscape photograpy !? Continue reading

Mengapa saya kurang menyukai fotografi ‘model’ ?

Banyak teman saya yang merasa agak aneh dengan selera fotografi saya. Saya lebih menyenangi fotografi landscape daripada fotografi model. Lho, kan biasanya ada fotografer pasti ada model. Ada gula ada semut, hukum alam. Katanya sih begitu, but why? :D

Yang menjadi perhatian saya selama ini adalah banyak (tapi tidak semua) fotografer (baca:pehobi foto[baca lagi:amatir]) yang menjadikan kedok motret model dengan, maaf, Continue reading

Latihan Fotografi Landscape

Masih merasa foto landscape kita belum ada yang bagus, padahal sudah membaca ini dan ini? Hmm, mungkin jawabannya adalah kita kurang latihan! Eits, ngapain foto landscape pake latihan segala ? Bukannya foto landscape itu “untung – untungan” ya ? Ya, memang keberuntungan juga merupakan faktor utama.

Tapi ingatlah keberuntungan adalah ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan. Jika kita tidak siap (alias jarang latihan) tentu saja foto kita akan biasa banget hasilnya. Setuju?  Saya coba tulis disini cara yang biasa saya lakukan untuk latihan fotografi landscape. Maaf kalo fotonya jelek, saya kan juga baru latihan hehe.  Tapi ingat , Continue reading

Mencermati perbedaan karakter fotografi Indonesia dan luar negeri

Fotografi di Indonesia telah mengalami peningkatan semenjak tahun – tahun sebelumnya. Fotografi yang dahulu menjadi barang mewah, sekarang menjadi hal yang “biasa” saja.

Lihat saja sekarang hampir setiap handphone mempunyai kamera. Dan tidak aneh kalau melihat anak SMP sudah bawa – bawa DSLR.

Semakin banyaknya fotografer bermunculan dengan karakter foto yang berbeda – beda membuat saya ingin lebih mengetahui lebih jauh. Dan setelah saya perhatikan, karakter foto yang dihasilkan di negeri kita ini cenderung ‘ceria’, kalau tidak mau dibilang ‘dangdut’.

Orang – orang kita lebih menyukai warna yang saturated (baca:ngejreng!) dan berkontras tinggi. Tetapi kadang – kadang kalau saya perhatikan kebanyakan malah ‘oversaturated’.

Fotografer.net - portal fotografi Indonesia

Fotografer.net - portal fotografi Indonesia

Continue reading

Tips fotografi landscape #1

Mungkin sudah pada tahu tips – tips di bawah ini, saya sengaja menuliskan apa yang ada dalam pikiran saya kalau sedang memotret landscape, biar saya juga tidak lupa. Tidak terlalu sulit, hanya dibutuhkan sedikit keberanian serta kesabaran. Here we goes!

1. Perhatikan Horizon

Jika kita berhadapan dengan suatu pemandangan, hampir dapat dipastikan kita akan melihat garis horizontal yang membentang dan membelah gambar menjadi dua bagian. Ini disebut garis horizon.

Dalam Fotografi Landscape, jika salah satu bagian lebih menarik. Berilah porsi 2/3 dari frame. Dan yang kurang menarik beri sisanya yaitu 1/3. Memang tidak mutlak, tetapi bila POI berada pada bagian yang 2/3 maka kesannya akan lebih kuat.

 

heaven-light
heaven light – © wiranurmansyah

 

2. Pertimbangkan langit

Langit adalah elemen yang cukup penting dalam landscape.

Jika dalam pemotretan langit kurang bagus, usahkan jangan menempatkan pada 2/3 frame. Ini akan menimbulkan kesan yang flat dan membosankan. Tetapi jika keaadan langit dan awan dalam formasi yang ‘wow’, jangan ragu untuk penuhi frame dengan langit. Gunakan filter untuk meningkatkan kontras dan saturasi langit seperti Gradual neutral density dan Polarizer.

Continue reading

Teknik dalam fotografi landscape

Masalah teknis sebetulnya tidak terlalu penting, tapi tetap harus dikuasai agar pada saat memotret kita tidak terganggu oleh masalah – masalah basic seperti shutter speed, iso, aperture, dan lain sebagainya. Mungkin teman – teman sudah tahu akan hal ini, tapi kita akan lihat pengaplikasinya dalam fotografi landscape. Sebelumnya, anda juga harus mengetahui tentang shutter speed, iso, dan aperture. Seperti yang kita ketahui, dalam fotografi landscape, kita tidak bisa mengatur cahaya yang ada; semuanya kehendak Tuhan. Tugas kita adalah mengatur kamera agar apa yang kita lihat bisa kita terjemahkan ke dalam frame kita ( hasil visualisasi awal ).

Metering

Dreamland beach

Dreamland beach

Metering juga harus dikuasai dengan baik. Pelajarilah fungsi masing-masing metering pada kamera, karena setiap kamera mempunyai karakteristik metering yang berbede. Tips : untuk Nikon, gunakanlah matrix metering karena hasilnya 90 % benar. Paling kita hanya perlu mengkompensasi exposure ke nilai plus(+) jika scene terlalu banyak terang, atau ke nilai (-) jika terlalu banyak bagian gelap. Tapi ini hanya untuk mendapatkan exposure yang “benar” dan ini terserah dari teman – teman sendiri, apakah ingin dibuat lebih terang atau lebih gelap. Dan berbicara masalah outdoor photography, otomatis kita berada dalam kondisi pemotretan dengan dynamic range yang tinggi. Mata kita mungkin masih bisa menangkapnya karena mata merupakan sensor terhebat yang diciptakan Tuhan. Sedangkan sensor kamera tidak akan bisa. Ini bisa dikompensansi dengan filter Gradual Neutral Density. Tahukan teman – teman bahwa penggunaan filter justru untuk mendapatkan efek yang natural ? bukan sebaliknya.

Exposure mode

Dalam kamera, banyak sekali mode exposure yang dapat dipilih. Pada dasarnya hanya ada 4 buah. Program, Aperture priority, Shutter priority, Manual. Mode – mode tambahan seperti portrait, landscape, auto, night portrait, dan lain-lain sebaiknya tidak usah dipakai. Continue reading

Tips & Trik D40

Banyak yang bertanya apakah D40 bisa menghasilkan gambar yang indah ? Jawabannya bisa ya bisa tidak. Tergantung dari bagaimana anda menggunakan dan memaksimalkan potensi yang ada. Karena menurut saya, D40 dengan kamera lainnya adalah sama saja. Tetapi anda memang harus menguasai kamera anda sendiri agar pada saat memotret kamera tidak menghalangi anda berkreasi. Kamera harus menjadi perpanjangan mata dan tangan anda. Tips – Tips di bawah ini mungkin akan membantu anda, khususnya pengguna D40 agar bisa digunakan dengan maksimal :) :

1. Percaya diri : Yakinlah bahwa D40 adalah kamera yang luar biasa ! Apakah anda sadar D40 really worth to be bought ? Dengan kualtitas body yang (saya pikir) lebih baik daripada merk lain yang sejenis dan kualitas gambar yang bisa diadu dengan saudara-nya (D80, D200 etc). Yakinlah pada diri anda bahwa anda-lah yang membuat gambar, bukan kamera! Continue reading