Hello!
Popular Posts
Categories
Archives
Recent Travel Journal
More Travel Journal
- Cerita dari XL Net Rally : The Unlimited Experience from #xlnetrally and #pb2010
- Hunting street + jadi turis norak Jakarta
- Catatan perjalanan : Nekat ke Bromo
- Pangandaran – Green Canyon revisited
- Indahnya pesisir selatan Garut
- Sawarna, surga banten Selatan
- Mendaki Rinjani, Gunung Tercantik Indonesia
- Saya pasti ke Festival Teluk Jailolo 2012!
- Bintang dari Rancabuaya
- Melihat Bandung dari Moko
- Perjalanan Egois ke Ujung Genteng (part 1)
- 10 Pantai paling dekat dengan Bandung
Recent Comments
- Bang Haydar on Saya pasti ke Festival Teluk Jailolo 2012!
- Boi on Menapaki eksotisme hutan tropis cibodas menuju puncak Gede
- Maharsi Wahyu K on Cerita dari Hari Waisak di Borobudur
- Tota_omega on Catatan perjalanan : Nekat ke Bromo
- Rebeccaindhira28 on Mendaki Rinjani, Gunung Tercantik Indonesia
Tag Archives: Landscape
Rinjani Landscape Gallery
Ini sedikit hasil saya hunting di Rinjani, tidak sia-sia membawa kamera dan tripod ke atas, kalau gak sayang pasti udah saya buang di jalan buat ngurangin beban di carrier hehe..
Seri Tips Fotografi Landscape : Komposisi
Kunci mendapatkan foto landscape yang sukses adalah peletakan elemen yang tepat. Semua elemen harus saling mengisi, tidak saling bertabrakan. Dengan kata lain, memiliki keseimbangan.
Karena sama halnya dengan komposisi dalam musik, walapun banyak instrumen yang berbunyi, tetapi terdengar saling bersahutan dan saling mengisi satu sama lain.
Intinya, carilah harmoni dari komposisi.
Kemudian, usahakan selalu ada foreground untuk menambah daya tarik foto landscape kita. Foreground yang kuat akan membantu mata pemirsa foto untuk menjelajahi seluruh bagian foto, apakah itu mid-ground atau pun background.
Masih ingat rule of third? Aturan klasik ini mengatakan bahwa jika kita membagi frame menjadi 9 buah persegi, maka objek yang diletakan di perpotongan garis akan menjadi lebih menarik.
Garis bayangan ini juga bagus untuk peletakan garis horizon yang membelah langit dengan bagian bawahnya.
Tetapi, aturan memang terkadang dibuat untuk dilanggar, jika kita menginkan porsi langit 50:50 dengan daratan, tidak ada salahnya untuk dicoba. Malah terkadang untuk foto yang terdapat elemen refleksi di dalamnya, komposisi 50:50 terlihat lebih menarik menurut saya.
Komposisi akan sangat berpengaruh pada kekuatan foto landscape kita. Jadi, jangan tergesa-gesa ketika mengambil gambar. Perhatikan baik-baik peletakan elemen dalam foto.
Seperti pada foto dibawah, saya mengganti-ganti posisi si kayu agar dia terlihat lebih dinamis, sampai saya puas dengan kombinasi elemen lainnya.
Berikutnya, subject dan point of interest …to be continued
Catatan perjalanan : Nekat ke Bromo

Pada suatu hari yang cerah, saat saya sedang asik-asiknya mengerjakan proyek akhir, tiba-tiba datang seorang ‘iblis’ yang berkata, “wir ke bromo yuk”. Saya shock. “Muke gile lu, gue lagi ngerjain PA gini lu mau ajak ke bromo, udah mepet nih” gw mencoba menolak. Tetapi memang sang iblis punya naluri setan penggoda yang sangat kuat, “Udeh PA lu cuma gitu doank seminggu juga kelar, ntar gue bantuin dah”. Saya berfikir sejenak, lalu akhirnya iblis pun tersenyum penuh kemenangan. Continue reading
5 Manfaat motret Landscape
Buat sebagian orang, memotret landscape tentu sangat menyenangkan. Tetapi buat sebagian yang lain, bisa menjadi sangat sulit dan membuat frustasi. Tapi sebenernya apa sih manfaat kita motret landscape? Well, mari kita lihat !
1. Menjadi sehat
Memotret landscape adalah kata lain dari bangun pagi. Setelah kita bangun pagi, langsung deh kita olahraga. Lho, kok olahraga? Iya, kan kita mengejar matahari (cailah..). Kalau tidak buru-buru nanti kesiangan terus fotonya gak bagus lagi. Kan otomoatis kita bakal lari ke spot yang kita mau foto. Tapi jangan naik motor ya, itu mah sama aja. Coba jalan kaki atau naik sepeda.
Latihan Fotografi Landscape
Masih merasa foto landscape kita belum ada yang bagus?
Padahal sudah membaca ini dan ini? Hmm, mungkin jawabannya adalah kita kurang latihan!
Eits, ngapain foto landscape pake latihan segala ? Bukannya foto landscape itu “untung – untungan” ya ? Ya, memang keberuntungan juga merupakan faktor utama.
Tapi ingatlah keberuntungan adalah ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan. Jika kita tidak siap (alias jarang latihan) tentu saja foto kita akan biasa banget hasilnya.
Setuju?
Saya coba tulis disini cara yang biasa saya lakukan untuk latihan fotografi landscape. Maaf kalo fotonya jelek, saya kan juga baru latihan hehe. Tapi ingat , Continue reading
Dimana tempat hunting landscape yang bagus ?
Waduh, ini pertanyaan yang sangat sulit dijawab. Tetapi sebenernya ini sangat mudah sodara – sodara. Let me state one thing :
Tempat hunting landscape dimanapun bisa bagus, semua tergantung kepada kita masing – masing.
Malah, kalau saran saya sendiri untuk latihan landscape pilihlah tempat yang “biasa aja” supaya kita bisa belajar mencari spot dan menemukan angle yng bagus. Dengan begitu kita akan terlatih dengan sendirinya. Continue reading
Tips fotografi landscape #1
Fotografi landscape itu tidak sulit, namun juga tidak mudah.Hanya dibutuhkan sedikit keberanian serta kesabaran. Here we goes!
1. Perhatikan Horizon
Jika kita berhadapan dengan suatu pemandangan, hampir dapat dipastikan kita akan melihat garis horizontal yang membentang dan membelah gambar menjadi dua bagian.
Ini disebut garis horizon.
Dalam fotografi Landscape, jika salah satu bagian lebih menarik. Berilah porsi 2/3 dari frame.
Dan yang kurang menarik beri sisanya yaitu 1/3. Memang tidak mutlak, tetapi bila POI berada pada bagian yang 2/3 maka kesannya akan lebih kuat.

- heaven light – © wiranurmansyah
2. Pertimbangkan langit
Langit adalah elemen yang cukup penting dalam landscape.
Jika dalam pemotretan langit kurang bagus, usahkan jangan menempatkan pada 2/3 frame.
Ini akan menimbulkan kesan yang flat dan membosankan. Tetapi jika keaadan langit dan awan dalam formasi yang ‘wow’, jangan ragu untuk penuhi frame dengan langit.
Gunakan filter untuk meningkatkan kontras dan saturasi langit seperti Gradual neutral density dan Polarizer.
Teknik dalam fotografi landscape
Masalah teknis sebetulnya tidak terlalu penting, tapi tetap harus dikuasai agar pada saat memotret kita tidak terganggu oleh masalah – masalah basic seperti shutter speed, iso, aperture, dan lain sebagainya. Mungkin teman – teman sudah tahu akan hal ini, tapi kita akan lihat pengaplikasinya dalam fotografi landscape. Sebelumnya, anda juga harus mengetahui tentang shutter speed, iso, dan aperture. Seperti yang kita ketahui, dalam fotografi landscape, kita tidak bisa mengatur cahaya yang ada; semuanya kehendak Tuhan. Tugas kita adalah mengatur kamera agar apa yang kita lihat bisa kita terjemahkan ke dalam frame kita ( hasil visualisasi awal ).
Metering

Dreamland beach
Metering juga harus dikuasai dengan baik. Pelajarilah fungsi masing-masing metering pada kamera, karena setiap kamera mempunyai karakteristik metering yang berbede. Tips : untuk Nikon, gunakanlah matrix metering karena hasilnya 90 % benar. Paling kita hanya perlu mengkompensasi exposure ke nilai plus(+) jika scene terlalu banyak terang, atau ke nilai (-) jika terlalu banyak bagian gelap. Tapi ini hanya untuk mendapatkan exposure yang “benar” dan ini terserah dari teman – teman sendiri, apakah ingin dibuat lebih terang atau lebih gelap. Dan berbicara masalah outdoor photography, otomatis kita berada dalam kondisi pemotretan dengan dynamic range yang tinggi. Mata kita mungkin masih bisa menangkapnya karena mata merupakan sensor terhebat yang diciptakan Tuhan. Sedangkan sensor kamera tidak akan bisa. Ini bisa dikompensansi dengan filter Gradual Neutral Density. Tahukan teman – teman bahwa penggunaan filter justru untuk mendapatkan efek yang natural ? bukan sebaliknya.
Exposure mode
Dalam kamera, banyak sekali mode exposure yang dapat dipilih. Pada dasarnya hanya ada 4 buah. Program, Aperture priority, Shutter priority, Manual. Mode – mode tambahan seperti portrait, landscape, auto, night portrait, dan lain-lain sebaiknya tidak usah dipakai. Continue reading








