15 Tips Fotografi Landscape
“Landscape photography is the supreme test of the photographer – and often the supreme disappointment. ” -Ansel Adams
Jenis fotografi ini sebetulnya 90% cuma butuh berada di tempat dan waktu yang tepat.
Itulah makanya motret landscape memang harus sabar dan istiqomah. Sisanya tinggal klik, jadi deh!
Tapi, terkadang banyak sekali hal kecil yang terlupa saat memotret.
Saya akan coba mengingatkan hal-hal tersebut dibawah ini. Silakan disimak sambil ngopi :)
1. Pilih langit atau daratan?
Mari memilih. Mana yang lebih bagus? Langit? atau daratan?
Pilihlah keduanya, ambil setengah daratan dan setengah langit. Maka foto anda akan terkesan datar, mendua, walaupun mungkin saat itu langit menggelora.
Jangan serakah, tonjolkan kekuatan dan biarkan saja kelemahan.
Saat sunset atau sunrise langit memang akan sangat menggoda. Tetapi tetap ingatlah aturan klasik rule of third.
Sebagai rule of thumb, berikan bagian yang ingin ditonjolkan sebanyak 2/3 dari frame.
Tapi, ingatlah aturan ini tidak semerta-merta menjadikan foto anda bagus. Gunakan visi anda sendiri saat memotret. Sudah tahu aturannya? Kalo begitu sekarang waktunya untuk dilanggar :)

Boleh dong melanggar aturan? Toh langit dan bumi sama bagusnya, dalam artian yang sebenarnya, refleksi. Ini di belakang rumah saya.
2. Cari ‘Titik Fokus’
Bukan, bukan lokasi tempat kita mengarahkan fokus pada lensa.
Tapi lebih ke titik dimana mata penikmat foto pertama kali akan tertuju, berhenti, baru kemudian menjelajah seisi area foto.
Tidak hanya foto landscape, menurut saya hampir segala jenis foto memerlukan hal ini, jika tidak maka foto di-skip aja deh hehe!
Focal point bukannlah POI ( point of interest ), tapi POI juga bisa menjadi focal point. Justru focal point yang akan menjadi titik awal untuk mengeksplorasi POI.
4. Jangan lupakan Foreground
Tidak kalah penting dengan background, foreground bisa menjadikan foto kita lebih berdimensi.
Ada sensasi kedalaman dari foto kita jika kita memilih memposisikan foreground dengan benar.
Seringkali foreground menjadi focal point dan POI dari foto landscape kita.
Bahkan, menurut saya foto landscape tanpa foreground itu bagai sayur gak pakai garam!

Hingga rumput juga boleh, apapun bisa menjadi foreground. Tinggal kita jeli melihat dan mengolahnya.
5. Gunakan Tripod
Barang yang satu ini memang dilema. Dibawa berat, ditinggal nanti menyesal.
Tapi lebih baik sedikit menambah beban, daripada menyesal pas sampai rumah.
Oh iya, gunakan juga cable release atau self timer bersama mirror lock up agar kamera benar-benar tidak goyang. (tanya mas google kalo gak tahu hehe)
Karena saat kita menekan shutter pun kamera bisa ikut sedikit berguncang.
6. Maksimalkan Depth of Field (DoF)
Foto landscape pada umumnya tajam dari ujung ke ujung.
Maka dari itu seringkali kita menggunakan aperture f/8 kebawah, bahkan seringkali f/22
Pergunakan prinsip hyperfocal distance untuk diafragma optimal yang tergantung kondisi. Agar tidak selalu di posisi minumum, karena pada posisi tersebut hasil foto akan cenderung soft.
7. Tangkap gerakan alam
Mungkin sebagian orang berfikir foto landscape adalah foto yang tenang, damai, kalem…
Tapi kita bisa menambahkan sedikit “drama” pada foto landscape kita. Dapat berupa ombak di laut, pohon yang tertiup angin, awan yang berjalan, dsb.
Dalam menangkap gerakan seperti ini, dibutuhkan beberapa peralatan pendukung seperti filter ND (neutral density) dan tripod.
Jika kita berhasil menangkapnya, foto landscape kita akan terasa “otherworld” dengan mood yang sangat kuat.
Kalau ada yang bilang, “ah itu kan bukan kayak aslinya”
Lah, memangnya siapa yang lagi motret dokumentasi? :p
8. Bekerja sama dengan cuaca
Cuaca tidak dapat kita prediksi. Kita cuma bisa menunggu waktu yang tepat untuk memotret.
Kebanyakan pemula berfikir foto landscape yang bagus adalah pada saat hari yang cerah.
Ini tidak sepenuhnya salah, disini sudah dijelaskan jenis – jenis fotografi landscape. Foto yang diambil saat hari cerah sudah biasa dan biasa dijadikan foto ‘kalender’ atau ‘postcard’.
Jika kita ingin foto landscape yang sedikit berbeda, memotretlah pada saat cuaca yang tidak biasa.
Misalnya saat terjadi badai, mendung, sehabis hujan, langit gelap dengan sedikit sinar matahari, dan kondisi “extrem” lainnya.
Foto anda akan lebih berkarakter, karena kejadian yang anda foto barusan tidak akan terulang lagi… :D
9. Golden hour & Blue Hour
Cahaya dari samping akan menunjukan sebuah dimensi dan tekstur yang kuat untuk sebuah objek.
Dalam fotografi landscape, cahaya dari samping muncul saat pagi hari dan sore hari. Pada waktu ini, warna – warni terlihat sangat bagus dan landscape terlihat sangat hidup.
Setelah golden hour (sore), jangan bereskan kamera dulu. Tunggulah setelah matahari terbenam. Sebelum gelap warna langit akan biru pekat, yang tidak kalah indah.
10. Garis dan bentuk
Bermainlah dengan komposisi. Garis dapat menjadi focal point yang sangat kuat karena membantu mata kita menelusuri foto landscape kita.
Garis dapat memberikan kedalaman ruang yang luar biasa, perspective yang berbeda. Temukan garis dalam foto anda dan jadikan itu kekuatan yang hebat!
13. Shoot in bad light
Terkadang memang kita kurang beruntung. Tapi, cobalah tetap memotret.
Cuaca yang buruk terkadang memberikan mood yang berbeda. Juga foto kita menjadi lain dari yang lain.
11. Ganti perspective
Eksplorasi.
Jangan hanya terpaku pada satu titik. Temukan view yang berbeda, coba view sejajar dengan tanah, atau naik ke atas pohon.
Biarkan imajinasi anda mengalir dan mencari view yang sesuai dengan visualisasi dan imajinasi anda.
12. Ambil detail dari landscape
Landscape tidak hanya wide-angle.
Lensa apa saja bisa untuk motret landscape. Mulai dari fish-eye hingga super telephoto.
13. Gunakan Filter
Filter wajib yang seharusnya dipakai para landscaper adalah Gradual ND dan Polarizer.
Gradual ND untuk mengontrol exposure langit yang terlalu berlebih dibanding daratan. Bentuknya hitam di atas dan transparan dibawah.
Sedangkan Polarizer berguna untuk menghilangkan refleksi cahaya matahari pada benda. Seperti pada bebatuan yang terkena air. Juga bisa membuat langit menjadi lebih biru.

Perhatikan langit yang biru pekat, ini adalah efek circular polarizer (CPL). Hati-hati jika menggunakan di lensa ultrawide seperti di atas. Karena efek CPL hanya ada pada 90 derajat dari matahari. Langitnya menjadi (agak) tidak natural.
14. Gunakan Teknik HDR (High dynamic range)
Jika penggunaan filter tidak memungkinkan, teknik HDR bisa digunakan.
Caranya adalah mengambil beberapa foto dengan range exposure berbeda, kemudian menggabungkannya.
Bisa dengan manual blending atau menggunakan software seperti photomatix atau photoshop.
Jangan terlalu lebay saat memproses foto HDR. Gunakan agar foto terlihat natural, bukan seperti kartun tiga dimensi.
15. Mari motret terus!
Kalau sudah membaca semua tips diatas, ayok keluarlah motret landscape. Coba, kapan terakhir kali anda keluar menikmati sunrise/sunset?
Jangan lupa juga latihan motret landscape yah :)
Selanjutnya, ada tips seri kedua disini.
Terima kasih sudah membaca. ( semua foto ©wiranurmansyah.com )
Have a nice light!
































izin copas suhu…
beh expert kali…haha
mantep ka
beh, kau juga expert..hahaha :D
hoohoho, keren keren master.. eh ni masi no #1 ya sip sip..ditunggu lanjutannya…so… kapan kita kemana? :)
wir dikau ku tag di post iseng2 kuh ehehe..ditunggu reportnyah..
so ?
a. ujung genteng
b. bromo
c. lombok
d. …
e. ..
“Landscape of Dayeuhkolot”.. kyk danau di depan Villa Yama ya hahaha.. wah tahun kapan tuh. btw , saya malah pingin motret kampus di malam hari. bisa bantu ?? hehe
m…..
izin numpang lewat ah…..
maklum bukan banci photo…
:)
peace
Okeh wir..nice tips…kalo hunting ke luar kabar2i yak…ditunggu tips selanjutnya…triknya sekalian juga boleh kalo ada..
thx
makasih tips nya,,,keren2 euy fotonya..salam hangat dari jogja
Aduh berat, hyperfocal distance… lensa wide aja belum punya :(
Fotonya landscapenya mantap, gak kalah dengan karyanya bang Yadi Yasin lho..
nice tips, mantapz!!
mas tu photo2ny pke camera pa’an???manteb2
untuk sementara ini masih memakai nikon D40..hehe makasih ya. :D
wuih keren kakak!!!!!!!!!!!!!!!
wahh, keren2 banget fotonya mas, penjelasannya juga ngena banget :) keep posting yah. salam.
Izin copas ya master :) makasih udh sharing
[...] by wiranurmansyah Masih merasa foto landscape kita belum ada yang bagus, padahal sudah membaca ini dan ini? Hmm, mungkin jawabannya adalah kita kurang latihan! Eits, ngapain foto landscape pake [...]
Keren banget suhu
numpang ngopi ya hehehe
mantab..ijin ngopy bro!?
mbah wira, hanung mo minta trik2 lanscapenya
Mantap sekali tipsnya. Thank you for sharing :-)
[...] Tips fotografi landscape #1 Posted on February 15, 2009 by wiranurmansyah Artikel ini pinda ke http://www.wiranurmansyah.com/tips-dalam-fotografi-landscape/ [...]
izin reposting ya gan…
tips mantapp,, thankz mas,, :)
sukaaa!!
tips-nya manteb abess!! thanks mas. (^__^)–d
[...] udah lagi pengen landscape, coba tips motret landscape yang pertama dan yang kedua. Jangan lupa latihan terus [...]
wow.. thanx atas nasihatnya bro.. baru belajar photography trus langsung tertarik ma landscape..peralatan masih minim… btw minta nasihat kalo pake camera canon gimana?
wow keren banget bro.. thanks atas infonya yg sgt berharga.. ak br mau belajar photography trus langsung tertarik ma landscape photography.. minta masukan kalo pake camera canon d 1000 gimana?
Gak masalah mas, kamera semua sama aja :D
ijin copas mas
ijin copas ya om……, kalimat intronya akan saya ganti om, dan judulnya akan saya modivikasi sedikit. kecuali inti dari tipsnya. jadi ga copas mentah-mentah….., boleh ya om lagi belajar ne om….
boleh, asal mencantumkan sumber aslinya yah.
wah… tipsnya keren, makasih mas wira
[...] setiap perjalanan kita. Entah itu seascape, cityscape; silahkan baca tips-tips fotografi landscape dimari dan dimari. Jangan lupa juga latihan ya.. :) Curug Cikaso, Sukabumi. Canon 5d, 28mm, f/22, [...]
[...] navigation ← Previous Next [...]
wahh, saya mah cuma motret ‘ala kadarnya’ mas. sebagai pelengkap tulisan. gak akan bisa sekeceh ini kayaknya kalau cuma pake kamera pocket., hhehe..
tapi postingnya sangat menarik nih buat bekal belajar fotografi. makasii yaa utk sharing linknya :)
Aih mantabh, kakaakk …
Dapet ilmu tambahan lagi dehhh … :P
Tipsnya bermanfaat banget. makasih udah berbagi
mau nanya mas, kalo mau edit foto seperti mas Wira bagaimana? ada tutorialnya atau linknya bisa saya kunjungi untuk referensi?
terima kasih
hemm saya ngeditnya cuma standar2 aja kok mas, gak ada yang aneh2 hehe. Cuma coba-coba sendiri aja.
wah tips nya oke banget. ditunggu tips2 yang lain…..
[...] Padahal sudah membaca tips foto landscape ini? [...]
Mas Wira, aku pengen belajar fotografi pake dslr. aku minta rekomendasinya yaa, dslr yang cocok buat pemula, seri dan merknya menurut mas Wira apa?
pengennya yg kece buat foto landscape, foto di tempat gelap, sama foto objek bergerak. gimana biar detail landscape yg jauh bisa keliatan jelas. seringnya kacau kalo make pocket. thank a lot mas Wira :D
kamera apa aja gak masalah kok, kalo buat landscape yang penting tripod-nya. sekarang hasil2 kamera pro sama pemula sama aja, yang beda paling fungsi autofocus, kecepatan burst. Buat landscape kan santai motretnya. Bisa dicoba nikon d3200, canon 600d, atau pentax k30
Info dan tipsnya praktis, menarik, dan tidak kaku atau terlalu text book. Thanks for sharing this!
salut…”sharing” yang keren, Mas. :)
mantap sekali om tips tips nya….
beberapa sudah saya terapkan, dan sering kali menyesal (seperti penggalan bahasa inggris di awal post) namun saya tidak menyalahkan gear saya yang masih kit, saya cuma berfikir mungkin waktu saya yang kurang tepat disana, walau tempat sudah tepat
coba saya menuju lokasi itu lagi setelah membaca semua tips ini…
salam jepret om…
mampir ya ke blog saya yang mencoba menggunggah foto amatir…
Wah, terima kasih banyak atas tips2nya. Sebagai pemula jadi tambah semangat latihan motret nih walau kamera seadanya :)
uasem … beber-bener keren mas.pelajaran yang saya ambil, UNTUK MENDAPATKAN FOTO BAGUS, GAK HARUS PAKAI BODY MAHAL.
Informasi yang informatif dan fotonya keren-keren Mas.
Wah keren banget mas! Jadi semangat buat lebih mengeksplor fotografi landscape :D
mas,,, kalau review tentang filternya ada gak sekalian harga gitu..hehhehe
Saya sih baru pake merk hitech aja mas untuk GND. harga bisa dicek di toko2 online haha
keren kk….udah lama ga jalan bareng ama guru…yuk yuk yuk :D
keren mas
Yang ada apelnya itu sesuatu :D
Keren2 banget foto nya m(v_v)m
makin jadi tertarik belajar fotografi landscape, belajar pelan-pelan dulu deh, gw yakin ga mungkin instant belajar beginian :(
terima kasih mas. jadi tambah semangat nih. :D
silahkan :D
wiraaaa,,ijin buat copas yaaa… nice info bgt nih.. jadi makin semangat buat nyobain foto landscape.makasiiiihhh.. :)
terima kasih mas, saya masih belajar mengenai photography mas dan saya juga ingin membaginya keteman-teman saya mas. saya akan membuat sumbernya dengan link hidup mas. mas tips yang lainnya juga ya mas, dengan aturan yang sama. saya tidak kopas mentah-mentah, kalimat pembuka dan penutupnya akan saya gunakan kata-kata saya sndiri mas, dan saya akan mencantumkan sumbernya berupa link hidup. dan terima kasih sekali lagi karena mas sudah sudi memberikan ilmunya kepada saya dan teman-teman saya…