• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar

Wira Nurmansyah

Inspiring Indonesia to Travel the World

  • Home
  • About
  • Indonesia
  • World
  • Tips
  • Review
You are here: Home / Tips / Photo Tips / 7 Tips Memotret Potret Orang saat Traveling

Jun 02 2014

7 Tips Memotret Potret Orang saat Traveling

Great catch!
Great catch!

Saya ini orangnya pemalu.

Memotret orang di tempat asing yang tak pernah saya kenal sebelumnya, itu mengerikan buat saya. Tapi disitulah letak tantangannya bro and sis!

Buat sebagian orang mungkin sepele. Tapi, buat yang masih malu-malu atau takut saat memotret orang ketika traveling, kalian tak sendiri!

Karena ketika kita bisa menaklukan rasa takut itu;  you will be rewarded with wonderful photograph.

Jadi, mari simak yuk sedikit tips dari saya.

1. Minta izin jika memungkinkan

Ini tantangan pertama, minta izin. Tak sesulit meminta izin calon mertua untuk mengambil anak gadisnya, kok. Untuk ini kita memang harus memberanikan diri sih.

Kalau kita takut, biasanya kita akan mencoba memotret ‘snapsho’t cepat tanpa mengganggu orang itu. Jadilah kita gambling dengan foto tersebut. Kalau bagus syukur, kalau kurang bagus yaa ini sih yang biasanya didapat.

Untuk itu tips kalau mau minta izin misalnya seperti ini:

  • Senyum sedikit saja dan angkat kamera seakan-akan mau motret menurut pengalaman sih ya pasti udah diizinkan —  kalau orangnya memang nggak keberatan difoto, malah dia pasti senyum balik ke kita — bahkan ketika orang tersebut bicara bahasa yang berbeda dengan kita. Inget senyum dikit aja ya, kalau kebanyakan nanti kamu disangka pedofil. Tapi lihat kondisi juga sih, kalau seperti di Lembah baliem papua; siap-siap saja terima invoice sehabis memotret senyum mereka. Untuk kondisi seperti itu, negosiasilah terlebih dahulu sebelum memotret.
  • Ajak bicara terlebih dahulu tanpa kamera. Basa-basi seperti tanya apa yang sedang mereka lakukan, atau beritahu asal kamu dari mana, tanya sudah makan apa belum, tanya gimana mantan terakhirnya, tanya apa saja asal jangan posesif, yang penting bisa mencairkan suasana.
  • Kalau kita beli sesuatu dari mereka, biasanya suasana langsung cair, Apalagi kalau kamu beli sama gerobak-gerobaknya.
  • Memotret anak kecil, jika ada orang tuanya izinlah terlebih dahulu. Di Indonesia memang tak masalah, tapi ada beberapa negara yang sama sekali melarang memotret anak kecil.
  • Santai saja kalau mereka menolak. Itu hak mereka kok, kalaupun mereka marah atau tidak suka, ya santai aja. Beri saja senyuman dan permisi. Masih banyak kesempatan motret dari jauh dengan lensa tele. *ditimpuk*
Ini cuma modal senyum dan angkat kamera.
Ini cuma modal senyum dan angkat kamera.
Ini modal ngobrol-ngobrol sebentar. Si akang ini menjelaskan 10 macem jenis ikat kepala pasundan tergantung jabatan dan tahta. Dari petani sampai raja :))
Ini modal ngobrol-ngobrol sebentar. Si akang ini menjelaskan 10 macem jenis ikat kepala pasundan tergantung jabatan dan tahta. Dari petani sampai raja :))

2. Be ready

Siap-siap kameranya sebelum mendekat. Maksudnya seperti settingan kamera, perlu pakai flash atau tidak, cek lagi itu memory dan batterai sudah masuk. Benar-benar tidak lucu kan kalau kita sudah melakukan pendekatan ke orang, eh ternyata baterai kamera tertinggal di hotel.Ibarat kita ketemu gadis manis yang suka sama kita, tapi kita lupa pake baju.

3. Be Human

Perlakukan subjek foto kalian sebaik yang kalian bisa. Mereka juga manusia — sama seperti kita. Jangan perlakukan mereka apa yang tidak ingin kita diperlakukan oleh orang lain.

Kalau saya sih, saya tidak pernah memotret dari jarak jauh atau memotret orang yang memang tak mau dipotret.

Jika kamu berjanji untuk mengirim hasil fotonya kepada mereka, tepati janjimu jangan php saja. Jika kita tepati janji kita, maka fotografer berikutnya yang datang setelah kita pun akan diterima dengan senyum disana..

And don’t forget, sometimes it is best to just leave the camera behind and enjoy the ride.

Anak ini cuma mau difoto sekali saja.
Anak ini cuma mau difoto sekali saja.

4. Portrait or Enviromental Portrait?

Tergantung teman-teman sukanya yang mana. Mau memotret potrait yang di-isolasi wajahnya saja. Atau menambahkan elemen latar belakang si subjek. Untuk portrait saja mungkin butuh lensa 50 mm keatas, untuk environment biasanya di range 24-35 atau sesuai selera.

Saya sendiri lebih suka enviromental portrait dengan lensa 28 mm.

Abang boat saya di manta point raja ampat
Abang boat saya di manta point raja ampat

5. Jangan takut untuk mengarahkan ‘model’ kita

Nah kalau sudah dapat izin dari orangnnya, dan kamu merasa sepertinya posisi yang sekarang kurang nyaman, cobalah arahkan sedikit dengan sopan. Misalkan ada cahaya bocor di kiri, kamu geser dia ke kanan sedikit. Atau dia sedang memegang rokok tradisional yang sepertinya menarik jika ikut difoto, mintalah dia mengisapnya.

Kadang, mereka malah tak nyaman difoto jika kita arahkan. Untuk itu, cobalah arahkan sambil membuat mereka tertawa agar terasa nyaman.

Penari Mborira di pulau Tomia Wakatobi.
Penari Mborira di pulau Tomia Wakatobi.

6. Perhatikan cahaya

Jangan pakai flash internal kecuali kalian memotret orang di luar saat matahari terik siang hari. Karena kalau pakai flash siang hari justru memang membantu menerangkan wajah yang gelap, karena arah cahaya dari atas. Atau kalaupun harus pakai flash, gunakan off-camera flash dan trigger untuk memakai flash dari arah mana saja.

Sama seperti foto landscape, foto portrait juga butuh cahaya yang menarik seperti golden hour yang overrated itu. Untuk portrait, bahkan cuaca mendung pun jadi cuaca yang bagus. Coba saja.

Tanpa Flash, muka gelap. Desa Bena, Bajawa.
Tanpa Flash, muka gelap. Desa Bena, Bajawa.
Dengan flash siang hari, muka tampak lebih jelas. Dive guide saya waktu di komodo.
Dengan flash siang hari, muka tampak lebih jelas. Dive guide saya waktu di komodo.

7. Latihan!

Practices makes perfect. Orang ada dimana-mana, jadi selagi masih ada orang di dunia silakan saja berlatih. Atau bisa juga join tantangan 100 stranger — tantangan memotret seratus orang selama 100 hari. Jadi setiap harinya kita wajib berkenalan dengan strangers dan memotret mereka.

Menarik, bukan?

Mulai latihan dengan tukang kerupuk dekat rumah.
Mulai latihan dengan tukang kerupuk dekat rumah.

Thanks!

Written by wira · Categorized: Photo Tips, Tips · Tagged: Landscape, manusia, potret, tips, Travel

Reader Interactions

Comments

  1. nunu says

    2 Jun ’14 at 10:29

    “…minta izin. Tak sesulit meminta izin calon mertua untuk mengambil anak gadisnya, kok.”
    emang udah pernah nyoba mas? :p

    Reply
    • wira says

      2 Jun ’14 at 10:48

      si mba nya mau saya cobain? *horor*

      Reply
  2. auliyaputri says

    2 Jun ’14 at 11:06

    tipsnya sangat bermanfaat mas.
    boleh dicoba nanti ;)

    Reply
    • wira says

      2 Jun ’14 at 11:22

      Silakan mbaaanya :)

      Reply
  3. Felly says

    2 Jun ’14 at 15:20

    menarik sekali tipsnya … terima kasih :)
    masih berjuang ampe sekarang klo soal motret orang :D

    Reply
    • wira says

      2 Jun ’14 at 18:55

      Selamat berjuang mba Felly, sama kok aku juga hehe

      Reply
  4. Alfi kamal fikri says

    2 Jun ’14 at 16:21

    Pernah nyoba sih tapi mereka jadi membicarakan saya di belakang…

    Reply
    • wira says

      2 Jun ’14 at 18:56

      Loh, kok bisa? Gak apa-apa kan dibicarakannya yang baik-baik hehe

      Reply
  5. Danan Wahyu Sumirat says

    2 Jun ’14 at 17:47

    hiksss aku kalo minta ijin formal kok sungkan ya? biasanya pake bahasa tubuh nyodorin kamera sambil senyum… kadang ga berhasil juga sih krn ybs minta disodorin duit 50 ribu

    Reply
    • wira says

      2 Jun ’14 at 18:58

      namanya juga bisnis om wkwkwkwk

      Reply
  6. Bugi says

    3 Jun ’14 at 13:05

    aaah telat bacanya ni wir, kemarin2 bingung gitu mau foto orang.. apalagi yang masalah cahaya ituu XD

    Reply
    • wira says

      5 Jun ’14 at 09:49

      Ini bugi tapi kok avatarnya si gondrong? :))

      Reply
  7. backpackerborneo.com says

    3 Jun ’14 at 13:12

    Oke kak…nanti aku praktekan nanya mantannya dulu sbeelum motret…

    Reply
  8. Fahmi (catperku.info) says

    3 Jun ’14 at 19:45

    wir, foto – foto humanis mu emang keren :D *aku ngefan* boleh kursus sama kamu gak? ahahah

    Reply
    • wira says

      4 Jun ’14 at 05:55

      boleh bangettt. Wani piro? wwkkwwk

      Reply
      • Fahmi (catperku.info) says

        4 Jun ’14 at 19:44

        kalau sekalian prewed piro lah? wakakaka :p

        Reply
        • wira says

          5 Jun ’14 at 09:55

          pm aja gan :p

  9. Muhammad Akbar says

    3 Jun ’14 at 21:58

    Thanks tipsnya, useful banget.
    sebagai pelajaran sebelum foto orang yang belum dikenal.

    Reply
    • wira says

      4 Jun ’14 at 05:55

      Sama-sama om!

      Reply
  10. Efenerr says

    4 Jun ’14 at 05:31

    Jadi wir, kapan motoin aku?

    Reply
  11. Baktiar says

    4 Jun ’14 at 08:34

    Emang betul, moto orang memang butuh skill komunikasi minimal senyum… yang susah itu kalau ingin menampilkan gesture dan wajah natural.. kalau ijin jadi gak nemu kecuali mau seharian dulu bareng mereka sampai mereka tidak gagap kamera

    Reply
  12. Rizky Ardianto says

    5 Jun ’14 at 11:02

    Menarik banget Mas Wira tulisannya, sangat bermanfaat & ga sabar buat praktekin.

    Reply
  13. akangichan says

    19 Jun ’14 at 08:21

    tips nya bermanfaat banget nih.

    selama ini saya biasanya ga pernah ngarahin modelnya, karena ga enak :D

    Reply
  14. Ilham says

    19 Jul ’14 at 11:28

    Mas ,itu pake kamera apa? Spesifikasinya? Berat ga tuh dibawa travelling ? Soalnya mau pilih kamera yg cocok utk travel hehe. Maap ya byk nanyak hehe

    Reply
    • wira says

      20 Jul ’14 at 12:00

      Sebagian ada pakai canon 5d (beratnya sekilo belom pake lensa), sebagian pakai Ricoh GR (cuma 200an gram, reviewnya ada di sini http://www.wiranurmansyah.com/ricoh-gr-all-the-camera-i-need). Sekarang sih pakai yang Ricoh itu aja.

      Reply
  15. arip says

    5 Aug ’14 at 22:24

    Saya juga pemalu. Baru punya kamera mumpuni. Tertarik sama street photography, tapi pas di lokasi, buat berani ngeluarin kamera aja susahnya minta ampun.

    Asyik tipsnya. :D

    Reply
  16. Indah Susanti says

    25 Aug ’14 at 17:37

    keren-keren foto-nya :) toopp..

    Reply
  17. Budi says

    6 Oct ’14 at 00:16

    Waa Mas, tips terakhirnya itu lhooo,, keren bener(kenalan sama 100 Stranger), siapa tau yg jomblo malah dapat jodoh hahaha

    Reply
  18. Inoy says

    1 Dec ’14 at 17:44

    selalu gagal motrret orang, motret landscape aja masih gagal T.T tapi infonya keren mas (y)

    Reply
  19. Heru says

    30 Dec ’14 at 23:04

    Bisa kali om wira saya diajarkan tips tips fotografinya :D

    Reply
  20. HeruLS says

    20 Jun ’15 at 06:12

    Berguna!

    Reply

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')Cancel reply

Primary Sidebar

Follow Us

  • YouTube
  • Instagram
  • TikTok

Popular Post

  • 5 Kejanggalan dalam Pendakian Film 5cm
  • 5 Tips (lagi) untuk Fotografi Landscape!
  • Baru Pertama Kali ke Luar Negeri? Ini 5 Tips Jenius Agar Traveling kamu Aman dan Nyaman!
  • Selain Boba, Inilah 5 Hal yang Bisa Kamu Nikmati di Taiwan!
  • Review Backpack : Deuter ACT Lite 40

Categories

  • Bali & Nusa Tenggara
  • Beyond Indonesia
  • Camera Review
  • Culinary
  • Europe
  • Flight report
  • Foto Favorit
  • Giveaway
  • Guest Post
  • Hiking & Trekking
  • Hong Kong
  • Hotel & Resort
  • Indonesia
  • Japan
  • Jawa
  • Kalimantan
  • Malaysia
  • Maluku & Papua
  • Media Trip
  • Photo Tips
  • Photoessay
  • Review
  • Saudi Arabia
  • Singapore
  • South East Asia
  • South Korea
  • Sponsored (adv)
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Taiwan
  • Tearsheet
  • Thailand
  • Thought
  • Tips
  • Travel Story
  • Travel Tips
  • Travel Video
  • Workshop

Copyright © 2026 · Altitude Pro on Genesis Framework · WordPress · Log in

 

Loading Comments...